
"Jadi gimana Gya? Kamu setuju kalau dijodohin sama Dikta?" Gyana tersentak oleh pertanyaan ayah Dikta. Meski sudah bisa menebak tujuan pertemuan ini, ditembak secara langsung seperti sekarang tentu saja membuatnya gelagapan.
"Dikta sudah setuju, tinggal keputusan dari kamu," lanjut Pram dengan sorot penuh harap.
Gyana yang merasa syok sekaligus bingung tidak mampu bersuara, lalu ditatapnya wajah teduh ayahnya yang kini tengah menatapnya. Entah Gyana yang salah mengartikan, atau ayahnya memang seperti...
"Jadi gimana Gya? Kamu setuju kalau dijodohin sama Dikta?" Gyana tersentak oleh pertanyaan ayah Dikta. Meski sudah bisa menebak tujuan pertemuan ini, ditembak secara langsung seperti sekarang tentu saja membuatnya gelagapan.
"Dikta sudah setuju, tinggal keputusan dari kamu," lanjut Pram dengan sorot penuh harap.
Gyana yang merasa syok sekaligus bingung tidak mampu bersuara, lalu ditatapnya wajah teduh ayahnya yang kini tengah menatapnya. Entah Gyana yang salah mengartikan, atau ayahnya memang seperti tengah mengisyaratkan pada dirinya untuk mengatakan iya.
"Gya kayaknya pusing, Yah, pulang sekarang!" Gadis itu segera bangkit dan melenggang pergi.
Karya ini GRATIS! Tapi kamu boleh kok kasih tip biar kreator hepi 🥰
