pengalaman crossdreessing part 9

2
0
Deskripsi

Aku: "Aku merasa sama kamu. Setiap malam kita berbicara, aku merasa lebih dekat denganmu. Terima kasih sudah selalu ada, meskipun hanya melalui layar."

Rio: "Kita akan segera bersama lagi, dan saat itu tiba, kita akan memiliki banyak cerita untuk dibagikan. Aku tidak sabar menunggu."

Aku: "Aku juga. Sampai saat itu, aku akan terus menantikan setiap video call kita."

Kita melanjutkan percakapan kita dengan tertawa dan berbagi momen-momen kecil sebelum akhirnya kita melakukan penutupan seperti biasa...

Aku: "Aku merasa sama kamu. Setiap malam kita berbicara, aku merasa lebih dekat denganmu. Terima kasih sudah selalu ada, meskipun hanya melalui layar."

Rio: "Kita akan segera bersama lagi, dan saat itu tiba, kita akan memiliki banyak cerita untuk dibagikan. Aku tidak sabar menunggu."

Aku: "Aku juga. Sampai saat itu, aku akan terus menantikan setiap video call kita."

Kita melanjutkan percakapan kita dengan tertawa dan berbagi momen-momen kecil sebelum akhirnya kita melakukan penutupan seperti biasa yaitu VCS . aku langsung buka piyamaku dan terlihat lah lingerie yang seksi dan juga tit*t ku yang kecil seperti malu-malu menyapa

Rio: "sayang seksi banget ternyata kamu udah surprise ya pake lingerie ”

Aku: "hehe iya dong"

Karya ini GRATIS! Tapi kamu boleh kok kasih tip biar kreator hepi 🥰

Selanjutnya Kerasnya ibu kota terpaksa aku menjadi waria
9
0
Salah satu hal yang harus kulakukan adalah menempati kamar yang sebelumnya digunakan oleh pembantu wanita rumah itu. Saat pertama kali memasuki kamar tersebut, aku langsung merasakan suasana yang sedikit berbeda—ada nuansa kehangatan dan keakraban yang tersisa dari penghuninya sebelumnya.Kamar itu cukup rapi, namun terlihat jelas bahwa barang-barangnya masih tersisa. Di sudut kamar, ada rak-rak kecil yang penuh dengan berbagai barang kosmetik, aksesoris, Di meja rias, terdapat beberapa botol parfum dan kotak-kotak kecil yang mungkin berisi perhiasan. Di dinding, aku melihat beberapa foto keluarga kecil, dan di atas tempat tidur, ada selimut dengan motif bunga yang ceria.Awalnya, aku merasa agak canggung karena berada di ruang yang penuh dengan barang-barang pribadi orang lain. Namun, aku cepat menyadari bahwa barang-barang tersebut adalah bagian dari kehidupan dan kenangan dari pembantu wanita yang sebelumnya tinggal di sana. Aku memutuskan untuk tidak mengubah apa-apa dan mencoba membuat kamar tersebut nyaman dengan cara yang sesuai dengan kebutuhanku sendiri.Rian datang mengetuk pintu kamarkuRian : “ halo Andi ada yang perlu saya jelaskan tentang pekerjaan kamu”Aku : “ iyaa ada apa yan?”Rian : “ untuk hari ini kamu istirahat dulu dan pakaian sehari hari disini cuma boleh pake pakaian yang ada di lemari dan saat kamu supirin bapak kamu wajib pakai jas”.Aku : “ oh oke lah kalo gitu aku bergegas membuka lemari untuk melihat pakaian ang disediakan.Aku : “ ini pakaiannya kok pakaian perempuan semua ya yan?” Ucapku kagetRian: Oh, ya. Sebenarnya, pakaian-pakaian itu adalah milik pembantu wanita yang lama. Karena kamu baru pindah ke sini, mungkin akan lebih praktis jika kamu menggunakan beberapa pakaian tersebut sementara waktu.Aku: Aku mengerti. Apakah ada batasan atau aturan tertentu tentang pakaian-pakaian itu?Rian :Sebenarnya, tidak ada aturan ketat. Kamu bisa memilih pakaian yang sesuai dengan kebutuhanmu. Tapi, memang sudah aturan dari bapak setiap yang kerja disini harus pake pakaian yang sudah disediakan.Aku: Baik, terima kasih atas informasinya. Aku akan memilih pakaian yang nyaman dan sesuai dengan kebutuhan. Dalam hati okelah cuma dirumah ini aku pakai pakaian wanita iniRian:Sama-sama. Jika ada hal lain yang perlu diatur atau jika kamu butuh bantuan, jangan ragu untuk bertanyaaku Aku : Tentu. Aku akan memperhatikan semua ini. Terima kasih banyak, Rian."Rian: Tidak masalah. Selamat menyesuaikan diri dengan lingkungan baru, dan semoga semuanya berjalan lancar."
Apakah konten ini melanggar ketentuan yang berlaku sesuai syarat dan persetujuan? Laporkan