
“Kami tidak digaji loh untuk mengenalkan lingkungan kampus ini pada kalian. Lalu kalian dengan seenak-hati datang terlambat, tidak memakai atribut lengkap dan sengaja melewatkan acara-acara penting yang sudah disiapkan? Kurang ajar.”
Senyap. Akmal yang biasanya ceplas-ceplos itu sampai tidak berani bersuara. Senior-senior di sebelah bahkan tidak berkutik.
Semua orang di sana mengira kemarahan Dandero tertuju pada semua yang datang terlambat. Tapi, Ilfa merasa kemarahan itu hanya tertuju padanya.
“Belum...
“Kami tidak digaji loh untuk mengenalkan lingkungan kampus ini pada kalian. Lalu kalian dengan seenak-hati datang terlambat, tidak memakai atribut lengkap dan sengaja melewatkan acara-acara penting yang sudah disiapkan? Kurang ajar.”
Senyap. Akmal yang biasanya ceplas-ceplos itu sampai tidak berani bersuara. Senior-senior di sebelah bahkan tidak berkutik.
Semua orang di sana mengira kemarahan Dandero tertuju pada semua yang datang terlambat. Tapi, Ilfa merasa kemarahan itu hanya tertuju padanya.
“Belum lagi kalian sebagai mahasiswa baru tidak ada sopan-santunnya samasekali. Kami tidak gila senioritas, setidaknya kalian membalas jika ditanya. Sapa seadanya jika senior yang sudah membuang-buang waktunya untuk kalian ini lewat atau berhenti di depan kalian. Saling menghormati sebagai sesama mahasiswa. Bukankah Pak Zulfikar sudah bilang, yang diutamakan di kampus ini salahsatunya rasa hormat dan saling memuliakan satu sama lain?”
Karya ini GRATIS! Tapi kamu boleh kok kasih tip biar kreator hepi 🥰
