PENGABDI SETAN GUNUNG KAWI

6
0
Deskripsi

Cerita kali ini diangkat dari sebuah kesaksian sejumlah warga, tentang sebuah keluarga yang kabarnya telah melakukan perjanjian dengan setan dengan maksud untuk mengumpulkan kekayaan,

Yuk langsung saja di

Gass

( PENGABDI SETAN GUNUNG KAWI )

Perkenalkan Aku bu Nur ( Semua nama tokoh dalam cerita ini disamarkan).

Aku adalah seorang wanita yang hidup seorang diri karena suamiku sudah meninggal dan anak anak ku sudah menikah dan ikut suaminya masing masing.

Tinggal seorang diri bagiku tidak menjadi masalah,...

Cerita kali ini diangkat dari sebuah kesaksian sejumlah warga, tentang sebuah keluarga yang kabarnya telah melakukan perjanjian dengan setan dengan maksud untuk mengumpulkan kekayaan,

Yuk langsung saja di

Gass

( PENGABDI SETAN GUNUNG KAWI )

Perkenalkan Aku bu Nur ( Semua nama tokoh dalam cerita ini disamarkan).

Aku adalah seorang wanita yang hidup seorang diri karena suamiku sudah meninggal dan anak anak ku sudah menikah dan ikut suaminya masing masing.

Tinggal seorang diri bagiku tidak menjadi masalah, karena rumahku yang tidak terlalu besar dan kebutuhan hidup sudah ditanggung anak anakku, jadi akupun hanya menikmati sisa hidupku sendirian dan tidak ada niatan untuk mencari pasangan hidup lagi karena umur yang kuanggap sudah cukup tua.

Sebenarnya dalam cerita ini, hampir semua warga pernah mendapatkan interaksi dari rumah pak Sigit, namun karena rumahku yang paling dekat bahkan bisa di katakan satu tembok, tidak heran kalau akulah yang pertama kali menyadari bahwa pak Sigit melakukan perjanjian dengan setan dan akulah yang paling sering mendapatkan gangguan dari rumah Pak Sigit.

Pak Sigit, yang kami tau adalah seorang buruh di salah satu pabrik besar di kotaku, sebagai tetangganya kami sangat jarang sekali bertemu dengan pak Sigit dan memang kurang begitu kenal, karena selain pak Sigit ini adalah seorang pendatang, dia juga sangat pendiam sekali.

Beda dengan bu Wati, bu Wati adalah istri Pak Sigit yang kami kenal memang sangat ramah dan sangat aktif dalam semua kegiatan sosial.

Pagi itu seperti biasanya, aku memulai hari dengan memberesakan dan membersihkan rumahku, tetapi siapa sangka hari itu adalah awal dari sebuah cerita yang berakhir tragis dari keluarga pak Sigit.

Karena rumah kami memang bergandengan, jadi hampir semua kegiatan keluarga pak Sigit aku bisa Mendengarnya, bahkan aku bisa melihat bu Wati ketika memasak di Dapur jika aku membuka jendela, karena dapur pak Sigit ini memang terletak di belakang rumah dengan tembok yang masih belum tertutup rapat, jadi apapun masakan Bu Wati saat itu aku bisa melihatnya,. Dan hal itu memang sudah menjadi pemandangan wajar dalam hidup bertetangga seperti kami.

Pagi itu,

Aku mendengar bu Wati sedang menangis tersedu sedu, suara itu sangat terdengar jelas sekali dari rumahku. Sebagai tetangga yang baik Saat itu aku hendak mengunjunginya untuk memastikan keadaannya.

Karena bu Wati ini belum memiliki seorang anak dan dirumah hanya sendirian ketika ditinggal Pak Sigit kerja, jadi kurasa tindakanku saat itu tepat untuk sekedar menemaninya ketika dia bersedih.

Ketika sampai dirumah pak Sigit, aku sangat terkejut karena melihat semua perabotan rumahnnya saat itu berantakan bahkan sebagian hancur.

" Waduh kalian habis bertengkar ? " Tanyaku,

" Iya bu tadi subuh, " kata bu Wati sambil kembali meneteskan air mata.

Bu wati mengaku habis bertengkar hebat dengan pak Sigit karena masalah ekonomi.

Akupun saat itu hanya bisa menenangkan dan menemaninya sepanjang hari agar bu Wati tidak merasa kesepian.

Waktu pun berlalu,

Sekitar seminggu kemudian, aku sudah tidak pernah mendengar suara tangisan lagi, yang sering kudengar kali ini adalah suara Tawa dari bu Wati yang sesekali sampai ke telingaku, itu membuat aku ikut senang karena mungkin masalah mereka sudah selesai, fikirku.

Selang beberapa minggu, tiba tiba bu Wati datang kerumahku sambil membawa sebuah bingkisan, beliau membagikan bingkisan kepada sebagian Warga sebagai ucapan syukur karena beliau habis membeli mobil.

Dan motor.

Akupun saat itu kembali ikut merasakan kebahagiaannya, karena menurut bu Wati semua ini gara gara pak Sigit yang mengalami kenaikan jabatan di tempat kerjanya.

Hari hari pun berlalu,

rumah pak Sigit Kini di bangun lebih besar dengan terdapat taman kecil didepan rumah lengkap dengan ayunannya.

Semuanya berubah menjsi kecurigaan ketika hampir setiap malam aku mencium aroma bunga melati dari arah rumah pak Sigit, dan sering kali aku berkunjung kerumah pak sigit untuk memastikan keberadaan tanaman tersebut dan anehnya aku tidak pernah menemukannya.

Semakin hari, aku semakin tidak berani berkunjung lagi ke rumah pak Sigit, karena menurut warga sekitar, setiap melewati rumah pak Sigit, mereka selalu mencium aroma bunga melati dan sering kali warga melihat sosok kuntilanak yang sedang duduk di ayunan depan rumah.

Jendela rumahku pun sudah jarang aku buka, karena pernah sekali aku buka, dan aku melihat ke arah rumah pak Sigit,

aku juga melihat sosok wanita berwajah sangat menyeramkan berdiri melihat ke arahku, mulai saat itu kami warga sekitar meyakini bahwa pak Sigit telah melakukan perjanjian dengan setan untuk mendapatkan kekayaan.

Tidak hanya disitu saja, setiap aku melihat pak Sigit keluar rumah, pasti disitu ada sosok wanita yang mengikutinya, kalau lagi bawa mobil dia selalu disampingnya dan kalau keluar bawa motor, dia juga selalu di bonceng di belakangnya, pada awalnya memang kukira wanita tersebut adalah Bu Wati, tapi ternyata tidak, hal itu dapat kupastikan setelah beberapa kali wanita tersebut menoleh ke arahku,. Wajah putih pucat dengan bercampur darah di sebagian wajahnya membuat aku menduga dia adalah setan.

Berita tentang pesugihan pak Sigit pun beredar dengan sangat cepat dari mulut ke mulut, gosip warga ini, tentu saja tidak kukatakan kepada bu Wati, karena aku takut menyinggung perasaannya.

Beberapa bulan kemudian, aku sudah tidak pernah lagi melihat pak Sigit, begitu juga bu Wati.

Beliau sudah jarang sekali keluar rumah, rumahnya setiap hari tertutup dan hampir tidak pernah menerima tamu.

Hingga pada suatu malam aku mendengar teriakan yang sangat keras dan suara orang bertengkar hebat dari arah rumah pak Sigit.

Karena aku hanya sebagai tetangga dan tidak mau ikut campur urusan rumah tangga orang, akhirnya aku hanya bisa diam mendengarkan, karena suaranya memang semakin jelas diantara keheningan malam.

Suara pertengakaran ini pun semakin keras, dengan sesekali terdengar suara benda jatuh seakan dibanting ke lantai dan di tambah seperti ada suara pukulan berkali kali.

Hal itu tentu saja membuatku sangat khawatir dengan keadaan bu Wati.

Dan tidak beberapa lama kemudian, aku mendengar suara mobil pak Sigit keluar dari rumah dengan kecepatan penuh.

Setelah pak Sigit keluar rumah, aku kira saat itu bu Wati ikut keluar, ternyata tidak, saat itu lagi lagi aku mendengar suara tangisan bu Wati yang khas, dan terdengar sangat memilukan. Karena saat itu aku khawatir dengan keadaan bu Wati, tanpa fikir panjang aku putuskan untuk segera pergi kerumah pak Sigit untuk menolongnya.

Sampai depan rumah, aku langsung di sambut dengan penampakan sesosok wanita berbaju putih sedang duduk diayunan sambil bernyanyi nyanyi.

Saat itu aku langsung ketakutan dan berlari ke arah samping rumah pak Sigit, karena di pintu depan selain di jaga kuntilanak pasti pintunya juga dikunci, jadi lewat jendela saja, Fikirku.

Disela sela sela aku berlari, tepat disampingku tiba tiba aku di temani sosok anak kecil yang ikut berlari. Masih teringat jelas di ingatanku, Sosok anak kecil tersebut, tidak memakai baju dan memiliki mata yang sangat kecil sekali, serta di kepalanya bagian belakang hanya setengah bagian saja.

Saat itu aku sangat ketakutan,, dengan terus berlari dan coba mencari sumber suara tangisan bu Wati sambil sesekali memanggil namanya.

Akhirnya bu Wati menanggapi panggilanku, setelah ku ikuti intruksi bu Wati, akupun berhasil memasuki rumah pak Sigit melalui jendela samping rumah.

dan aku pun menemukan bu Wati dalam keadaan yang sangat mengagetkan.

Bu wati duduk sambil tubuhnya berlumur darah dan masih ada sebilah pisau dapur yang masih menancap di bagian Pahanya.

Saat itu aku langsung sangat terkejut dan coba menolongnya, setelah darahnya ku bersihkan dan pisaunya ku tarik keluar, aku mencoba mengajak bu Wati untuk keluar rumah, karena menurutku waktu itu bu Wati dalam keadaan membahayakan jika terus rumah ini.

Dan betapa kagetnya aku, setelah tawaranku di tolak bu Wati.

" Ayo keluar bu kita cari bantuan biar suamimu di laporkan ke polisi " ajak ku,

" Jangan bu, disini saja nanti kalau kita keluar aku akan dibunuh sama mas Sigit, aku sudah diancam jika aku keluar atau cari bantuan aku akan di bunuh bu " ucap bu Wati Sambil Menangis,

" Sudah ayo,,, aku yang tanggung Jawab, nanti setelah kita berhasil keluar, kamu gak usah balik kerumah ini lagi, kita laporin ke warga dan polisi biar ditangkap " paksaku.

Dan entah mungkin karena ada alasan lain yang memang aku tidak tau, yang jelas saat itu bu Wati tetap bersikukuh tidak mau meninggalkan rumahnya saat itu.

Akupun tidak tega meninggalkan dia sendirian dan khawatir ada hal buruk terjadi, akhirnya aku juga memutuskan untuk tetap berada di rumahnya sambil menunggu pak Sigit.

Ketika aku selesai mengangkat bu Wati ke atas kursi, tiba tiba dari arah dapur terdengar suara orang membanting piring, gelas dll.

Dan setelah aku pergi memastikannya ternyata tidak ada seorangpun di dapur saat itu, tetapi bekas pecahan piring dan gelasnya tetap ada. Aku pun kembali menemani bu Wati.

" Bu,,,,, Bu Wati tau kan sebenarnya kalau disini sekarang jadi berhantu, rumah ini tidak cuma berhantu bu, tapi seolah rumah ini mau dikuasai dan tidak ada yang boleh mendekati apalagi menempati,. Warga sekitar sudah banyak yang bilang bu " ucapku menjelaskan.

" Iya saya tau bu " jawab bu Wati,

" Terus kenapa gak pindah aja, keselamatanmu terancam lo bu kalau disini terus, kenapa kamu gak cerita padaku bu " terangku,

" Aku gak bisa cerita banyak bu, mas Sigit sekarang jadi Aneh, apapun yang terjadi aku gak boleh protes, dan masih banyak lagi " ucap bu Wati sambil menangis di pundakku.

Disela sela bu Wati menangis, kami pun sangat terkejut, karena tiba tiba ada sosok hitam tinggi besar berdiri tepat sekitar 3 meter di depan kami,,,

kami saat itu sontak langsung teriak dan berlari ke arah dapur, karena kaki bu Wati luka, saat itu kami berlari kecil sambil sesekali aku memegangi pundak bu wati.

Dan belum sampai di dapur, kami sudah melihat di meja makan, sudah duduk 3 sosok wanita berbaju putih dan 2 anak kecil yang berlari lari, kami pun kembali berteriak dan menuju ke arah kamar tidur.

Sesampainya di kamar tidur, kami langsung mengunci pintunya.

Dan tidak beberapa lama di kamar tidur, tiba tiba pintu kamar tidurpun digedor gedor dengan sangat keras, kami pun tetap membiarkannya sambil terus berdoa dan ketakutan.

Saat itu semua doa sudah aku baca dan memang kami seolah sedang di kejar dan diusir oleh semua makhluk halus penunggu rumah ini. Tidak lama kemudian, kamipun melihat dari arah luar jendela kamar, terlihat sosok perempuan yang menatapi kami dengan wajah tersenyum, kami saat itu benar benar semakin ketakutan, akhirnya karena kufikir keselamatan kami sudah terancam, akupun memutuskan untuk keluar rumah dan mencari bantuan malam itu juga.

Ketika pintu kamar kubuka, aku menuju ke arah dapur dan setelah kupastikan semua aman, aku kembali ke kamar tidur dan mencoba mengajak kembali bu Wati agar mau diajak keluar,

Setelah aku memasuki kamar tidur lagi.

" Ayo bu mereka sudah tidak ada, ayo keluar, di sini bahaya, ayo minta bantuan pak RT, " ajak ku.

Bu Wati saat itu tidak menjawab dan hanya mengangguk, akhirnya dengan berjalan pincang kami pun menuju gerbang depan,.

Belum sampai gerbang depan, bu Wati tiba tiba,

" Bu ayo lewat belakang aja, lewat depan sudah tidak bisa " kata bu Wati lirih,

Aku pun saat itu hanya diam dan menurutinya, kami akhirnya kembali dan menuju ke arah belakang rumah tempat jemuran.

" Lo dibelakang ada pintunya ta bu " tanyaku heran,

Karena seingat saya, belakang rumah pak Sigit ini sudah di bangun menjadi tembok semua, jadi hanya pintu depan akses keluar masuk satu satunya.

" Ada bu, nanti langsung bisa sampai ke belakang rumah bu Nur juga, jadi bisa aman dari mereka " terang bu Wati.

Aku pun menurutinya sambil merangkul bu Wati karena berjalan pincang.

Sesampainya di belakang rumah,

tiba tiba aku mencium aroma bunga melati,

dan betapa terkejutnya saat itu ketika aku tau ternyata saya tidak merangkul bu Wati, yang saya rangkul saat itu ternyata sosok kuntilanak dengan separo wajah yang berlumuran darah.

Aku langsung terkejut kemudian lari dan berteriak sambil menangis.

Aku kembali masuk kedalam untuk mencari keberadaan bu Wati, ternyata dia sudah pingsan di dalam kamar tidurnya.

Setelah tau keadaan bu Wati yang pingsan, akhirnya aku pergi keluar untuk mencari bantuan, ketika aku sampai di depan rumah, lagi lagi aku melihat sosok wanita yang duduk di ayunan sambil tertawa cekikikan.

Saat itu aku sudah tidak menghiraukannya,

Akhirnya, aku pun membangunkan tetanggaku satu persatu, dan memang sangat sulit sekali.

Selain waktu yang sudah hampir pagi, ditambah saat itu warga setempat memang takut kalau diajak melewati rumah tersebut apalagi memasukinya, jadi saat itu aku benar benar kesulitan mencari bantuan.

Singkat cerita aku berhasil membawa beberapa warga untuk menyelamatkan bu Wati.

Akhirnya bu Wati pun berhasil di selamatkan dan di istirahatkan di dalam rumahku.

Karena saat itu warga sudah heboh,jadi rumahku sangat ramai sekali hingga pagi hari.

Dan betapa kagetnya kami semua, saat pagi hari ada laporan bahwa pak Sigit telah mengalami kecelakaan hebat yang mengakibatkan nyawa pak sigit tidak bisa diselamatkan.

Saat itu mobil pak Sigit ditemukan hancur hingga jasad pak Sigit sudah sulit untuk dikenali lagi.

Setelah kematian pak Sigit, aku terus menemani bu Wati di dalam rumah tersebut, dan kami setiap hari melakukan kegiatan Religi dengan melibatkan warga sekitar hingga tokoh ulama setempat.

Hingga akhirnya setelah 100 hari kematian pak Sigit,

Rumahnya pun dijual, dan kini oleh pemilik barunya rumah tersebut sudah direnovasi agar jauh dari kesan angker.

Kini rumah tersebut sudah terlihat lebih segar dan bagus.

Dan setelah kurang lebih 1 tahun berlalu,

Bu Wati kuketahui sudah menikah kembali dan hidup bersama suaminya yang baru, dengan sesekali kemari untuk mengunjungiku.

Untuk pembahasan cerita ini dari sudut pandang bu Wati, sudah saya upload di Youtube LAKON STORY ( PENGABDI SETAN GUNUNG KAWI ), agar kita bisa dengarkan bersama, apa yang sebenarnya di lakukan pak Sigit dan apa saja yang dialami bu Wati saat itu.

Ternyata pak Sigit memang mengalami perubahan kebiasaan dll, dalam video tersebut saya tidak menceritakan ulang, tetapi saya melakukan pembahasan hasil wawancara saya dengan ibu Wati. Dan uniknya, menurut pengakuan bu Wati,

Bu Wati saat itu tidak mengetahui jika suaminya melakukan perjanjian dengan setan yang kono katanya berasal dari Gunung Kawi jawa timur.

Sekali lagi saya tegaskan, penulis disini tidak diberi ijin oleh tokoh bu Wati jika ceritanya diambil dari sudut pandang bu Wati,

Karena beliau menganggap kisah ini sebagai Aib keluarga, Jadi waktu itu penulis mencoba mencari narasumber terdekat.

Dan semoga cerita ini bisa menjadi pelajaran bagi kita semua, bahwa segala sesuatu yang berurusan dengan setan, pasti tidak akan berakhir dengan baik.

Terimakasih semoga cerita ini menemani hari hari kalian.

Karya ini GRATIS! Tapi kamu boleh kok kasih tip biar kreator hepi 🥰

Selanjutnya PENGANTIN JURANG SETAN
5
0
Full storyDi cerita kali ini,selain menyajikan cerita horror, pembaca akan diajak untuk ikut merasakan kesedihan yang lebih dalam.Bocah dilarang baca dulu ya,Karena ada sedikit cerita yang mengandung unsur dewasa, Nanti kalau kalian bayangin hal aneh aneh kan jdi repot.Oke langsung saja di Gas( PENGANTIN JURANG SETAN )Semua Nama dalam cerita ini disamarkan, mohon maaf jika ada kesamaaan.Perkenalkan namaku Dimas, aku adalah seorang karyawan di salah satu perusahaan ternama di jawa timur, kerja sebagai karyawan full time, memang sebagian besar waktuku menjadi habis di tempat kerja, oleh karena itu aku hanya bisa pulang kerumah seminggu sekali.Meski jarak dari rumah ke tempat kerjaku hanya sekitar 3 jam, tetapi aku memilih untuk kost di sekitar kantor daripada harus pulang pergi, karena terkadang sepulang kerja badan sudah capek dan tidak kuat lagi jika harus mengemudi.Karena umur sudah hampir 28 Tahun, tidak jarang ketika dirumah aku selalu ditanya tentang pacar dan kapan menikah oleh orang sekitar rumah bahkan oleh saudara saudara ku sendiri.Hal itu selalu kujawab dengan santai karena memang aku sudah mempersiapkan pasanganku sendiri tanpa sepengetahuan teman temanku bahkan orang tuaku.Benar,,, aku mempunyai seorang pacar bernama Putri, rumahnya sekitar 2 jam dari kotaku, dulu dia adalah teman satu kampusku, sejak lulus kuliah dia belum sempat ku Kenalkan kepada orangtuaku karena dia sudah lebih dulu berpindah pulau karena panggilan kerja.Jadi hubungan ini memang kita lanjutkan dengan LDR,karena selain tidak menganggu kerjaanku, LDR kurasa cocok untuk keadaanku sekarang yang memang lebih sering sibuk bekerja.Singkat cerita hubungan kami pun berjalan lancar, dan memang aku sudah berniat untuk menikahi Putri suatu saat nanti.Hingga akhirnya hari itupun tiba.Hari yang sangat membahagiakan di hidupku karena hari itu aku akan melamar Putri. Uang hasil kerja kerasku selama ini yang aku kumpulkan kurasa sudah cukup untuk melamar dan mengadakan pesta, fikirku.Saat itu aku pulang kerja langsung menuju ke rumahku dengan perasaan yang sangat bahagia, dan sesampainya di rumah, akupun langsung meminta ijin kepada orangtuaku. Pak, Bu,, aku mau melamar perempuan yang sudah lama aku cintai ucapku santun. Lho kok gak kamu kenalin sama bapak dulu nak jawab bapak. Kami pacaran sudah 5 tahun lebih pak, dia temenku kuliah dulu, anaknya baik, sopan, aku sudah kenal lama kok, insyalah aku yakin bapak dan ibu suka ucapku meyakinkan, Kalau kamu suka , kami orang tua bisa apa, kami hanya bisa mendoakan, semoga kalian jodoh, karena kalau sudah menikah, dia tidak cuma harus menyayangi kamu saja, tetapi juga harus menyayangi bapak dan ibu juga lho sahut Ibu.Singkat cerita,Akhirnya aku mendapatkan restu dari kedua orangtuaku, hal itu tentu saja membuatku sangat lega dan bersyukur karena semua perjuanganku selama ini akan mencapai puncaknya.Keesokan harinya akupun menghubungi Putri. Sayang, kamu pulang kapan tanyaku, Mungkin bulan depan sayang, ada apa, kok tumben nanya, lagi kangen ya jawab dia manja, Pulang 3 hari lagi bisa ? Imbuhku, Gak bisa lah, ada apa sii,, kok mendadak sekali ucapnya heran, 3 hari lagi pulang aja ya, aku mau ajak orang tuaku ke rumahmu jawabku, Lo,,, la ini gimana kerjaanku yank imbuhnya, Sudah,,, setelah ini kamu gak usah kerja, biar aku yang menafkahi, kamu fokus aja sama rumah tangga kita, aku sudah minta restu dan aku akan melamar kamu 3 hari lagi, jadi kamu pulang aja ya jawabku.Diapun langsung menangis bahagia mendengar hal itu, dan akhirnya besuknya dia langsung pulang kerumahnya untuk memberi tahu orang tuanya perihal lamaranku.Akhirnya hari lamaranpun tiba, dan berjalan dengan sangat lancar, keluarga kami pun sepakat akan menggelar pernikahan 3 bulan setelah lamaran di hari itu.Setelah hari lamaran itu,semuanya sudah berubah,Kini aku lebih sering main kerumah Putri begitu juga sebaliknya, hubungan kami lebih mesra dan saat itu Putri sudah kusuruh untuk berhenti dari kerjaannya dan kusuruh fokus dengan acara pernikahan kami.Disamping itu, keluarga kami masing masing juga sudah mulai sibuk dengan persiapan pernikahan kami.Karena pernikahanku yang masih lumayan jauh, akupun tetap pergi bekerja karena aku dapat ijin cuti hanya 2 minggu, jadi saat itu semua urusan pernikahan aku percayakan kepada keluargaku.Hingga akhirnya hari itu tiba,hari dimana aku hendak mengajak Putri untuk memilih baju pernikahan dan perlengkapan untuk pesta nanti.Karena di sekitar rumahku tidak ada pusat perbelanjaan besar, jadi kuputuskan untuk belanja kebutuhan pernikahan disekitar kantorku saja, kan disini banyak mall besar, fikirku.Akupun langsung menghubungi Putri Via telfon, Sayang besuk pagi aku jemput ya kataku, Tidak usah,, kan kita belanjanya di sekitar tempat kerjamu, nanti kalau kamu jemput aku, kamu jadi bolak balik yank jawab Putri, Gpp lah, aku gak mau kamu mengemudi sendirian kesini, jauh protesku, Sudah gpp, aku juga mau mampir ke rumah temenku yank, aku mau ngasi undangan pernikahan kita, kebetulan jalannya satu arah dengan kantormu jawab dia.Akhirnya dengan berat hati aku menyetujuinya, karena saat itu Putri sangat bersikukuh untuk berangkat kesini sendiri.Keesokan harinya sekitar pukul 9 pagi, Putri sampai di depan Kostku, dia terlihat sangat cantik dan anggun dengan baju putihnya. Lo tadi berangkat jam berapa kok gak telpon aku dulu tanyaku, Tadi pagi, aku mau telpon takut ganggu, kamu biasanya masih tidur jawabnya, Yasudah masuk sini dulu, biar aku ganti baju dulu ucapku sambil aku kembali masuk ke dalam Kost,Setelah ganti baju, akhirnya kami pun pergi berbelanja, kali ini putri sangat beda sekali, sekarang dia lebih manja dan lebih banyak diam, tidak seperti biasanya, yang cenderung lebih cerewet.Apa gara gara mau menikah itu ya, jadi lebih manja, fikirku.Saat itu tentu saja perasaanku sangat bahagia sekali, ditambah selama kami berbelanja, dia tidak pernah sekalipun melepaskan pegangan tangannya dari lenganku.Tetapi saat itu aku mulai merasakan keanehan,Aku merasa diikuti oleh sosok besar berjubah hitam.Hal itu kuketahui ketika aku beberapa kali melihat arah belakang dari pantulan cermin, sosok tersebut 5 langkah di belakang kami, dan seolah mengikuti kami kemanapun kami pergi, dan anehnya, setiap kutoleh sosok tersebut sudah tidak ada entah kemana.Perasaan itu terjadi beberapa kali, tetapi tidak kuberitahukan kepada Putri karena aku khawatir dia nanti ketakutan dan akan merusak suasana kami yang romantis.Dan tidak hanya disitu saja,sepanjang hari aku mencium aroma dupa yang entah darimana asalnya, ditambah aku sering melihat ada bunga kamboja yang berceceran di sekitar kami. Meskipun kami sudah Berpindah pindah tempat selalu saja aku melihat ceceran bunga kamboja tersebut.Semua itu tentu saja tidak kuhiraukan karena perasaan kami saat itu yang sangat bahagia.Ucapan cinta yang keluar dari mulut putri sepanjang hari, seolah membuat aku menjadi laki laki paling beruntung di dunia ini.Dan hari pun menjelang malam, saat itu rencanaku untuk langsung mengantar Putri pulang ke rumah tiba tiba ditolaknya. Habis ini kita langsung pulang aja ya yank, kamu gak bisa bawa nanti, ini bajunya banyak banget usulku. Tidak usah pulang ya, aku tidur kost mu saja, besuk pagi kita pulang bareng bareng, aku pingin malam ini kamu temani yank jawabnya.Tentu saja saat itu aku sangat terkejut, karena kost ku ada larangan tidak boleh membawa wanita masuk sebelum sah menjadi istrinya.Ini bahkan ibu kostku belum tau kalau aku mau menikah, ditambah gimana nanti bilang orang tuanya putri, saat itu tentu saja kami melakukan perdebatan hingga akhirnya aku mengalah karena dia telah sukses meyakinkanku bahwa semua akan baik baik saja. Kita jalan jalan saja dulu sampai puas, nanti ke kost kalau sudah larut malam , nunggu ibu kost sudah tidur usul Putri.Akhirnya akupun menyetujuinya, dan akhirnya kita pun keliling kota ini hingga larut malam.Dan akhirnya aku memilih untuk nongkrong di sebuah taman karena badan sudah mulai lelah karena beraktifitas seharian.Ketika di taman malam itu, aku kembali melihat ceceran bunga kamboja dan bau dupa yang menyengat,. Ditambah saat itu tiba tiba ada beberapa orang yang lewat di depan kami berdua dengan wajah yang aneh.Ada beberapa orang yang berwajah putih pucat, ada juga yang wajahnya membiru dan terakhir ada yang lehernya seperti sehabis dicekik. Mereka mondar mandir lewat di depan kami berdua dengan sesekali melirik kearahku.Saat itu aku langsung merinding dan sangat ketakutan, tetapi saat itu aku juga lega karena Putri kupastikan tidak melihatnya karena dia sibuk dengan camilannya.Dan puncaknya, tiba tiba seperti ada yang menarik tanganku dari belakang hingga aku jatuh dari atas kursi taman, hal itu membuat aku seketika ketakutan.Setelah hal itu terjadi, mengingat waktu sudah tengah malam akhirnya aku memutuskan untuk mengajak Putri pulang karena kurasa Taman ini tidak aman dan banyak setannya.Sesampainya di depan kost, kekhawatiranku pun terjadi,aku saat itu melihat ibu kost masih belum tidur dan masih sibuk telfon dengan seseorang, beliau tepat di depan pintu gerbang sambil mondar mandir.Saat itu aku kebingungan dan tiba tiba ibu kost memanggilku karena tau kedatanganku. Tumben Dim pulang malam lembur ya tanya ibu kost.Sayapun menjawab pertanyaan tersebut dengan badan gemetar karena takut di marahi kemudian diusir dan tidak boleh kost disini lagi karena ketahuan membawa perempuan. Endak bu, ini habis belanja hehe jawabku,Anehnya ibu kost saat itu langsung masuk ke dalam rumahnya tanpa menegurku.Wah saat itu perasaanku sangat lega karena kupikir ibu kost lagi baik hati, jadi aku diijinin bawa perempuan masuk.Di dalam kost, Putri sangat manja sekali, dia tidak henti hentinya memujiku dengan kata kata mesra. Aku gak mau kehilangan kamu Dim,Apapun yang terjadi, jangan tinggallin aku ya , aku sayang banget sama kamu ucapnya, Iya gak bakal tak tinggal, seminggu lagi kita menikah, setelah itu kamu ikut aku disini aja ya, gpp kan kita kost dulu, nanti kalau kontrak kerjaku sudah habis, kita hidup di kampung lagi, biar aku cari kerja disana. Yang penting aku bisa tiap hari pulang dan bisa ketemu kamu.Kamu jangan kerja lagi wes, aku gak mau kamu capek ,kamu dirumah saja, biar aku yang kerja jawabku meyakinkan.Putri pun mengangguk sambil meneteskan air mata, saat itu aku kembali memeluknya karena itu kuanggap air mata bahagia.Dan tidak lama kemudian, tiba tiba Putri membuka semua bajunya sambil menciumiku. Dan betapa kagetnya aku saat itu, ketika tau perlahan lahan tangan putri juga mulai memaksa untuk membuka bajuku.Saat itu aku langsung terkejut dan menghentikan tindakan Putri tersebut. Kamu kok aneh gini, kan biasanya cowok yang ngajak duluan Godaku, Gpp, kan ini sudah akhir perjalanan kita jawab Putri, Sayang, kita udah janji dari awal pacaran untuk tidak aneh aneh,. Kita nikah cuma kurang seminggu lo, mending pas malam pertama aja biar hallal.Kan biar tenang juga, nanti kalau disini, ibu kost dengerin kita gimana, kan jadi malu terangku menenangkan dia.Dia kembali tidak menghiraukan perkataanku sambil terus memaksaku untuk membuka bajuku, waktu itu memang Putri sudah melepaskan semua bajunya hingga hanya tersisa selimut tipis yang menutupi seluruh tubuhnya.Aku pun saat itu terus menolaknya hingga akhirnya dia tersadar, kalau aku memang benar benar tidak mau melakukan apa yang dia inginkan.Akhirnya dia tiba tiba kembali menangis sambil memelukku erat. Kamu memang orang baik Dim, maafin aku kalau aku punya salah ya, aku gak mau pisah sama kamu, aku Sayang banget sama kamu, jangan pernah lupain aku ya. Ucap Putri.Aku pun mencium keningnya sambil mengusap air matanya, dan akhirnya kami pun kembali bermesraan hingga kami ketiduran.Sekitar pukul 2 pagi, aku terbangun karena tiba tiba aku mendengar ada suara orang mengetuk pintu dengan sangat cepat dan tidak beraturan.Karena saat itu aku takut ibu kost yang melakukan hal itu, sebelum kubuka pintu aku mengintip dulu dari balik tirai.Dan betapa kagetnya aku saat itu....ketika tepat di depan pintuku ada sosok laki laki tinggi besar dengan wajah yang sangat menyeramkan, dengan sesekali menggaruk garuk pintu dari arah luar.Saat itu aku kembali terkejut ketika Putri tiba tiba terbangun dan menarik tanganku agar tidak menghiraukannya.Akupun menurutinya dan kembali masuk dalam selimut.Saat itu suara pukulan di pintu semakin keras dan sesekali tercium bau dupa yang sangat pekat.Dan setelah beberapa lama, tiba tiba sosok tersebut pindah tepat di samping almari pakaianku, dia berdiri sambil membentur mbenturkan kepalanya ke tembok.Saat itu sekujur tubuhku terasa kaku, dan seperti tidak bisa bergerak sama sekali. Membuka mulut untuk berteriakpun saat itu aku sangat kesulitan, entah apa penyebabnya aku juga tidak tau.Malam itu terasa sangat panjang dan Aku hanya bisa memejamkan mata dan membaca doa sebisannya sambil memeluk Putri yang mulai menangis ketakutan.Gangguan itu pun berlanjut hingga menjelang shubuh, dan saat terdengar adzan subuh suara tersebut mulai hilang dan akupun ketiduran sambil memeluk Putri.Akhirnya aku terbangun kesiangan sekitar pukul 10 pagi.Aku sangat terkejut saat itu karena Putri tiba tiba sudah tidak ada di sampingku, setelah aku mondar mandir dia tetap tidak ada dan aku simpulkan dia pulang lebih dulu karena motornya didalam kost yang juga sudah menghilang.Aku pun saat itu langsung mencoba menghubungi Putri berkali kali dan tidak ada jawaban. Baju baju yang kami kemarin beli juga masih di kost, jadi kalau gak pulang mungkin dia pergi beli makanan, tapi kok gak ijin aku ya, fikirku.Dan setelah kutunggu hingga sekitar pukul 12 siang, akhirnya kuputuskan untuk pulang kerumah, karena Putri sudah 2 jam tidak kembali ke kost, saat itu kupikir dia pasti pulang duluan. Karena jika dia memang beli makanan harusnya sudah balik ke kost dong, fikirku.Akhirnya saat itu aku menuju kerumahku terlebih dahulu sebelum kerumah Putri, karena saat itu aku harus meletakkan barang belanjaan kami kemarin.Dan betapa terkejutnya aku setelah sampai dirumahku.Dirumah tidak ada yang menyambutku, semua orang dirumah tertunduk seperti sedang ada masalah, akupun saat itu bingung sekali apa yang sebenarnya telah terjadi. Aku pulang kok diam semua, apa ada masalah dengan pernikahanku ? Uangnya kurang ? Apa orang tua Putri menolaknya ? Apa ada masalah lain tanyaku heran, Kemarin kamu kemana HP mu gak bisa ditelfon, adikmu ke tempat kerjamu, kamu katanya gak masuk, ke kostmu kamu gak ada , kamu kemana ? Tanya Ibu, Oo itu,, kemarin aku belanja sama Putri bu, dia nyusul ke kostku jawabku santai.Tiba tiba ibu menangis tersedu sedu dan masuk ke kamarnya.Saat itu aku semakin kebingungan dan coba memaksa Ayah dan Adiku untuk mengatakan apa yang sebenarnya terjadi.Dan benar,,saat itu akhirnya Adiku bilang sambil memegang tanganku.Kalau ternyata Putri kecelakaan kemarin Pagi, sekitar pukul 8 di jurang setan ( area jalan berliku dan menanjak di wilayah tersebut ), dia di tabrak mobil, terpental dan akhirnya dilindas Bus, jasadnya tidak dikenali karena bagian tubuhnya sudah hancur, kepalanya pecah dan ususnya berhamburan.Aku sudah cari kakak seharian tidak ketemu kak, HP kakak mati. Ucap adikku..Saat itu aku tidak percaya dengan semua ucapannya dan aku kembali menelfon Putri berkali kali, setelah tidak ada jawaban aku langsung menaiki motor menuju rumah Putri, ditemani adikku.Sesampainya di rumah Putri aku sudah disambut dengan bendera kematian dan beberapa warga yang berkumpul. Saat itu aku langsung berteriak histeris memanggil manggil nama Putri.Aku memberontak tidak karuan,,,Dan akhirnya bisa di tenangkan oleh Ayah Putri.Akupun kemudian diajak ke kuburan Putri untuk takziyah.Dan ketika sampai di kuburan Putri, saat itu aku kembali melihat bunga kamboja berceceran dengan posisi yang sama saat kulihat kemarin di beberapa tempat.Saat itu aku langsung menangis tiada henti disamping kuburan Putri.Dan di sela sela aku menangis, aku kembali melihat sosok hitam tinggi besar.Sosok tersebut berdiri di balik kayu besar di area kuburan sambil menatapiku, dan sosok itu kuyakini adalah sosok yang mengikutiku saat aku masih bersama Putri kemarin.Aku pun langsung berlari mendatanginya dan mencarinya sambil berteriak teriak agar Putri di kembalikan kepadaku.Aku saat itu dikejar oleh beberapa orang termasuk adikku dan Ayah Putri,dan akhirnya aku dibawa kembali kerumah Putri.Dan tidak lama kemudian orangtuaku pun menyusulku.Dan saat itu aku menceritakan semua yang kualami kemarin bersama Putri.Ternyata yang datang kekost ku tersebut adalah arwah Putri, hal itu kusadari setelah mengingat bahwa ibu Kost Ku membiarkan kami masuk bukan karena aku diijinkan bawa wanita, tapi karena memang saat itu ibu Kost tidak melihat sosok Putri.Ditambah waktu di mall aku memang kerap dipandang aneh oleh pengunjung yang lain, ya itu mungkin karena mereka fikir aku ngomong ngomong sendiri.Akupun kembali meneteskan air mata mengingat dia membeli semua baju kesukaannya dan memang ingin menghabiskan hari terakhirnya bersamaku.Kemarin saya seharian bersama dia pak, dia manja banget, kemarin sudah ku ajak pulang dia tidak mau, dan tadi pagi, dia tiba tiba tidak ada, ucapku sambil meneteskan airmata.Pagi hari sebelum berangkat ke tempat kerjamu, dia tidak bilang kalau hendak mengunjungimu, dia cuma pamit mau ngantar undangan pernikahan saja, makanya saya ijinkan, jika saya tau dia akan pergi ke tempat kerjamu, tentu saja saat itu tidak saya ijinkan ketika dia pamit, ucap ayah Putri.Saat itu aku hanya bisa menangis tersedu sedu sambil mengingat kenangan bersama Putri sembari memeluk baju baru yang dibeli Putri Kemarin. Dan saat itu juga, aku tidak henti hentinya menelfon HP putri yang katanya sudah ikut hancur, tapi aku terus menelfonnya berharap Putri menjawab panggilan telfonku suatu saat nanti.Hari haripun berlalu,karena keadaanku yang murung, menangis dan tidak mau bekerja kembali, akhirnya aku oleh orang tuaku di bawa ke salah satu pesantren di kota ku untuk memulihkan mentalku yang saat itu hampir berbulan bulan tidak kunjung membaik.Aku setiap hari menelfon Putri dan memakai baju pembelian Putri waktu bersamaku saat itu.Akhir cerita, setelah melakukan berbagai terapi,akhirnya aku sekarang sudah sembuh dan sudah menikah dan memiliki 3 orang anak.Tiap hari hari tertentu, aku masih mengunjungi makam Putri Untuk melakukan takziyah dan mendoakan arwah Putri agar tenang di alam sana.Untuk video di youtube, penulis akan membahas hasil wawancara dengan pihak keluarga Putri hingga warga sekitar, karena setelah kejadian tersebut, Sosok Putri sangat meresahkan warga hingga 40 hari.Oleh karena itu, penulis menggali informasi langsung dari pihak keluarga, karena mungkin ada sesuatu yang memang perlu dibahas.Karena banyak sekali hal aneh yang dilakukan Putri, di hari sebelum Putri berangkat ke tempat kost Dimas.Karena menurut keluarga Putri,Sebelum meninggal, Putri meminta berbagai permintaan yang di luar nalar dan masih banyak lagi.Semua dibahas tuntas di youtube lakon story,Terimakasih teman teman semoga cerita cerita kami menemani hari hari kalian.
Apakah konten ini melanggar ketentuan yang berlaku sesuai syarat dan persetujuan? Laporkan