DIPERKOSA DI GUNUNG

40
1
Deskripsi

Pendakian Terakhir

( Semua nama dalam cerita ini disamarkan, mohon maaf jika ada kesamaan ).

Perkenalkan namaku Yulfi, aku adalah gadis belia yang baru saja menginjak usia 20 tahun.

Dalam keluarga, aku memiliki kakak kandung yang memang sangat hoby mendaki gunung.

Bahkan, bisa dikatakan setiap kakak libur kerja, dia selalu tidak ada dirumah.

Waktu liburanya selalu dihabiskan bersama teman temannya dan memang kebanyakan digunakan untuk mendaki gunung.

Mungkin hal itulah yang akhirnya membuat kakakku hingga...

Pendakian Terakhir

( Semua nama dalam cerita ini disamarkan, mohon maaf jika ada kesamaan ).

Perkenalkan namaku Yulfi, aku adalah gadis belia yang baru saja menginjak usia 20 tahun.

Dalam keluarga, aku memiliki kakak kandung yang memang sangat hoby mendaki gunung.

Bahkan, bisa dikatakan setiap kakak libur kerja, dia selalu tidak ada dirumah.

Waktu liburanya selalu dihabiskan bersama teman temannya dan memang kebanyakan digunakan untuk mendaki gunung.

Mungkin hal itulah yang akhirnya membuat kakakku hingga kini belum juga menikah.

Namun, bukan itu permasalahannya.

Cerita ini bukan tentang bagaimana kisah kakakku atau apapun tentang dirinya, melainkan semua ini tentang diriku.

Masih sangat teringat jelas dikepalaku, Saat itu adalah saat dimana aku pertama dan terakhir kalinya mendaki gunung.

Berawal dari rasa penasaran tentang bagaimana rasanya mendaki gunung,

Akupun akhirnya memutuskan untuk mencoba ikut kakakku mendaki, agar aku bisa merasakan bagaimana sebenarnya rasanya mendaki gunung yang memang menjadi hobby anak muda diwaktu itu.

Tapi nyatanya, semua tidak seperti yang kubayangkan, bukan pengalaman menyenangkan yang kudapatkan melainkan sebuah pengalaman yang sangat tidak mengenakkan sekaligus sangat menyeramkan yang mungkin sampai kapanpun tidak akan pernah kulupakan.

Pagi itu, adalah pagi dimana aku akhirnya berangkat mendaki ke gunung yang ada di kotaku.

Meskipun sebenarnya gunung ini tidak terlalu tinggi bagiku, namun menurut pengalaman kakak, gunung ini adalah gunung yang sangat cocok denganku mengingat pendakian waktu itu adalah pendakian pertamaku.

" Gak gunung yang lain kak, gunung ini mah tiap hari kulihat dari rumah " tanyaku,

" Gunung ini aja dulu dek, nanti kalau kamu kuat, pasti selanjutnya kakak akan ajak kamu ke gunung yang lain yang lebih keren " ucapnya sambil memasukan satu persatu bawaan kami kedalam tasnya,

" Kita jadi sama siapa kak " sahutku,

" Kakak ajak si Bimo dek, dia juga pertama kali nanjak kok, jadi santai saja nanti jalannya " terang kakak,

" Bertiga aja kak ? " Imbuhku,

" Iya, kenapa,, hari ini hari selasa dek, temen temen kakak semua pada kerja, ini aja kakak bolos kerja demi kamu, katanya pingin tau rasanya mendaki " terang kakak,

" Kak Bimo itu yang gondrong itu ya kak " tanyaku,

" Iya, yang biasanya main kesini " jawab kakak singkat,

" Ooo iya udah " ucapku pelan,

" kenapa dek, Iya kakak tau, dia memang anaknya agak nakal, mau gimana lagi coba, cuma dia yang bisa diajak ndaki hari ini " imbuh kakaku sambil mulai menyalakan motornya.

Dan singkat cerita, setelah semua persiapan kami sudah selesai, akhirnya pagi itupun kami berangkat menuju post registrasi yang memang terletak tidak jauh dari desa kecilku.

Sesampainya di Pos Registrasi, waktu itu aku sudah ditunggu oleh kak Bimo yang rupanya sudah sedari tadi menunggu kedatangan kami.

" Eh lama banget lu Jon,, udah 1 jam gue disini, katanya kemarin berangkat jam 8, eh ini jam 9, lu baru nongol " ucap kak Bimo.

Dan setelah melakukan obrolan kecil bersama kak Bimo yang selanjutnya menyelesaikan proses Pendaftaran, akhirnya kami bertigapun memulai pendakian.

Sepanjang pendakian, waktu kuhabiskan dengan sesekali mendengarkan kakakku yang bercanda dengan kak Bimo sembari aku menikmati udara sejuk serta pemandangan yang memang terlihat sangat menakjubkan.

" Pantesan kakakku ketagihan, orang pemandangannya kayak gini " Ucapku dalam Hati.

Setelah berjalan kurang lebih 4 - 5 jam, akhirnya kamipun sampai di Puncak Gunung ini.

Siang itu, suasana Gunung sangatlah sepi, selain hari itu bukanlah hari Libur, waktu itu memang kebetulan setiap harinya selalu turun Hujan,,mungkin hal itulah yang membuat gunung ini sangatlah sepi pendaki.

Dan setelah Tenda kami berdiri, akhirnya kamipun duduk bertiga di depan tenda sambil mulai membuat secangkir kopi karena cuaca yang terlihat mulai Mendung.

Waktu itu, kami memang hanya membawa 1 Tenda, karena selain memang kami hanya bertiga saja, saat itu pendakian kami bisa dikatakan mendadak karena akulah yang memang memaksa kakakku agar tidak menunda nunda pendakian waktu itu.

Dan singkat cerita malampun tiba,

Malam itu Hujan turun dengan sangat lebat, karena tenda kakakku yang sepertinya bukan tenda yang mahal, akhirnya air hujanpun dengan leluasa masuk kedalam tenda kami melalui celah celah jahitan tenda yang akhirnya membuat seluruh isi tenda menjadi basah tidak karuan.

" Kak dingin banget, jacketku basah..." Rintihku,

" Iya dek sabar ya, ini kakak bikinkan minuman hangat " ucap kakak sambil menyalakan kompor kecilnya di dalam tenda,

" Ya ampunn Dingin banget, kita bener gak boleh bakar bakar nih Jon. Kan kayu banyak banget nih, haduh gak kuat aku jon " keluh kak Bimo,

" Gak boleh Bim, dulu memang boleh, tapi sekarang sudah gak boleh karena pohon disini semakin lama semakin habis. Kalau kita bakar bakar, besuk pagi kalau ketahuan orang beskem kita bisa di denda, orang beskem tiap Pagi ke puncak sini Bim, ngecek keadaan puncak " terang kakak.

" Masa bodoh, aku kedinginan " ucap Kak Bimo, sambil bergegas keluar Tenda,

" Eh lu mau kemana Bim, " teriak kakak,

" Mau kumpulin Kayu Jon, gak tahan aku, dingin banget, " jawab kak Bimo,

" Hujannya deres banget Bim, mana bisa nyala juga Apinya,,mikir dong " sahut kakakku.

Mendengar hal itu, entah apa yang ada di dalam fikiran kak Bimo, malam itu kak Bimo tetap bersikukuh keluar dan terlihat mengumpulkan kayu yang akan dia bakar untuk menghangatkan tubuhnya.

Namun sayangnya, usahanyapun tidak kunjung membuahkan hasil.

Nyatanya, hingga sekitar tengah malam, api yang di harapkan tidak kunjung menyala karena kayu yang memang basah ditambah hujan yang tidak kunjung Reda yang membuat Mustahil rasanya jika Api bisa menyala.

Dan setelah beberapa lama berusaha, akhirnya kak Bimo pun menyerah dan kembali masuk kedalam tenda sambil seluruh tubuhnya yang terlihat gemetar karena kedinginan.

Hingga akhirnya, waktupun menunjukan pukul 01.00 dinihari.

Hawa dingin waktu itu rasanya sudah tidak bisa kutahan lagi.

Meskipun hujan sudah reda, namun seluruh bagian tenda kami masih basah kuyup ditambah dengan angin yang saat itu memang sedang berhembus kencang.

Waktu itu, seluruh tubuhku semakin lama semakin tidak bisa kugerakkan.

Semuanya terasa kaku dan linu yang sangat luar biasa.

Seluruh badan menggigil kedinginan disertai kepala yang sesekali pusing pening tidak karuan seolah menambah rasa penderitaanku malam itu sudah tidak bisa lagi kugambarkan.

Dan puncaknya, akupun akhirnya tidak kuat lagi menahan semua itu.

Pagi itu, seluruh tubuhku tiba tiba berubah menjadi sakit tidak karuan, seluruh tubuh rasanya seperti ditusuk tusuk jarum.

Telingaku sudah tidak bisa lagi mendengar dengan jelas ditambah pandanganku yang saat itu semakin lama semakin kabur.

Dan akhirnya akupun terkapar dengan terus merasakan sakit di sekujur tubuhku.

Pagi itu, seluruh tubuhku dibalut oleh sarung dan tidak lupa jacket kakakku pun sudah di lepaskan dan digunakan untuk membalut tubuhku.

Bahkan oleh kakak, aku dipeluk dengan erat sambil sesekali aku di tampar tampar kecil, agar aku tetap dalam keadaan sadar.

Tapi nyatanya, malam itu aku benar benar dalam keadaan yang setengah sadar disertai badan yang sudah tidak berhenti bergetar.

Ditengah tengah aku merasakan kesakitan yang luar biasa itu,, aku masih sempat mendengar kakaku yang terdengar berselisih dengan kak Bimo mengenai keadaanku.

" Gimana ini Jon, disini sepi banget, apa kita Turun aja sekarang, adik lu udah semakin parah " ucap kak Bimo lirih.

" Gimana kalau aku aja yang Turun, sepertinya kalau aku yang turun, akan cepat sampai pos dan minta bantuan, mungkin 3 jam udah sampai di bawah.,kalau lu yang turun, yang ada lu malah nyasar, mending lu disini jagain adikku, biar aku lari kebawah " Ucap kakak,

Dan setelah mereka terdengar berdebat tidak karuan, akhirnya kakakkupun memutuskan untuk turun seorang diri untuk mencari bantuan ke pos Registrasi.

Malam itu, aku memang sudah tidak kuat lagi bangun, jangankan bergerak, membuka mulut untuk berbicara saja, rasanya aku sudah tidak sanggup.

Namun ternyata, semua penderitaanku malah dimanfaatkan oleh kak Bimo untuk berbuat hal yang sangat tidak bisa dimaafkan.

Ketika aku didalam tenda dengan kak Bimo, waktu itu aku melihat kak Bimo semakin lama semakin mendekatiku, karena keadaanku yang memang masih kesakitan dan setengah sadar, waktu itu aku hanya bisa merasakan tanpa bisa melihatnya dengan jelas karena kepala yang memang semakin terasa pusing tidak karuan.

" Kakak peluk ya fi " Ucap kak Bimo yang sempat terdengar lirih.

Dan tanpa menjawab hal itu, akupun hanya diam sambil terus meremas jacket yang membalut tubuhku tersebut.

Disela sela aku menahan semua itu, tiba tiba aku merasakan tubuhku dipeluk erat oleh kak Bimo.

Awalnya aku memang merasa risih dan tidak mau diperlakukan seperti itu, tapi karena kurasa niat kak Bimo waktu itu adalah membantuku, akupun akhirnya hanya diam sambil tidak mengeluarkan sepatah katapun.

Tapi anehnya, semakin lama aku merasakan bagian tangan kak Bimo masuk kedalam tubuhku.

Merasakan hal itu, tentu saja aku langsung memberontak tidak karuan karena aku mulai curiga dengan maksud kak Bimo,

Jangan jangan, kak Bimo sebenarnya bukan memeluk karena ingin membantuku, tapi karena ingin macam macam denganku " fikirku,

Mengetahui hal itu, aku tidak bisa berbuat apa apa selain hanya bergerak sebisanya, karena saat itu, akupun juga merasakan jika pelukan kak Bimo semakin lama terasa semakin kuat saja.

Dan tidak lama setelah itu, akupun mulai merasakan jika tangan kak Bimo ternyata sudah masuk kedalam jacketku dengan mulai membuka resleting jacketku secara perlahan.

Masih sangat teringat jelas dikepalaku, pagi itu aku masih sempat melirik jam tangan yang tergeletak di samping tas basahku.

Bahkan akupun juga masih ingat, waktu itu jam tangan menunjukan pukul 02 00 pagi dengan kak Bimo yang sudah berada diatas tubuhku sambil menciumiku penuh nafsu.

Pagi itu, aku benar benar tidak bisa berbuat apa apa lagi selain hanya bisa pasrah dengan apa yang sudah dilakukan kak Bimo kepadaku.

" Jangan kak " rintihku,

" Biar gak kedinginan fi, " ucap kak Bimo sambil memaksa melepas celanaku yang saat itu masih terikat oleh ikat pinggang.

Dan setelah celanaku berhasil terbuka, saat itu aku masih sempat sekuat tenaga untuk melawan agar aku tidak di perkosa meskipun mulutku sudah tidak kuat lagi berbicara karena kehabisan tenaga.

Dan setelah tubuhku tidak kuat lagi menahan tangan kak Bimo, akhirnya akupun pasrah dan mulai tidak sadarkan diri dengan mata yang semakin lama semakin buram saja.

Waktu itu, ditengah tengah mataku yang semakin berkunang kunang, aku tiba tiba seperti melihat almarhum ayahku yang terlihat duduk disampingku.

Beliau terlihat tersenyum sayu sambil menatap lembut kearahku.

Melihat hal itu, akupun membalas senyumannya dengan mulai meneteskan air mata.

Dan anehnya, kak Bimo yang sebelumnya membuka seluruh bajuku yang saat itu hanya tersisa celana dalam, waktu itu dia

seketika menghentikan aktifitasnya dan langsung berdiri dan keluar dari tendaku entah kenapa.

Ternyata, beberapa saat kemudian aku memang mendengar suara kakakku yang saat itu terdengar memanggil manggil namaku.

Mendengar hal itu, aku dengan sekuat tenaga mengambil baju bajuku yang saat itu sudah berserakan tidak karuan dan segera memakainya satu persatu sambil mencoba berteriak semampuku.

" Kak....kak...tolong " ucapku pelan.

Dan benar.

Setelah beberapa lama kemudian, aku melihat kakakku kembali masuk kedalam tendaku sambil mengangkat tubuhku untuk dibawa keluar tenda yang ternyata sudah ada api unggun yang menyala terang dengan kak Bimo yang sudah terlihat duduk menghangatkan tubuhnya.

Singkat cerita, akhirnya tubuhkupun mulai hangat karena api yang menyala besar ditambah minuman hangat yang terus kuminum sambil tubuhku yang dipeluk oleh kakakku yang membuatku saat itu perlahan lahan mulai membaik.

Dan sekitar pukul 3.30, akhirnya aku mulai bisa merasakan semua bagian tubuhku yang sebelumnya mati rasa.

Kini bagian bagian tubuhku mulai berfungsi dengan normal meskipun kepalaku masih terasa lumayan sakit.

Karena malam itu kurasa bukan waktu yang tepat untuk membicarakan kepada kakakku tentang apa yang telah dilakukan kak Bimo kepadaku, akupun waktu itu masih diam dan berencana melaporkannya ketika aku sudah sampai bawah nanti.

Waktu itu, kami bertiga hanya diam sambil mendekatkan tubuh kami masing masing ke samping api unggun yang saat itu menyala sangat terang.

Tapi setelah beberapa saat kemudian, aku melihat kak Bimo sudah ketiduran ditempat dia menghangatkan badannya tersebut.

Dan tanpa memperdulikan hal itu, akupun terus menghangatkan badanku dengan sesekali membolak balikkan telapak tanganku yang sebelumnya memang terasa sangat kaku.

Dan disela sela aku masih menghangatkan tubuhku, tiba tiba pandanganku teralihkan dengan sosok anak muda yang sepertinya adalah pendaki lain yang ada di gunung ini.

Itu bisa terlihat Dari kaos yang dikenakannya bertuliskan Mountain lengkap dengan tas gunung yang saat itu juga terlihat masih berada di punggungnya.

Namun anehnya, sosok pemuda tersebut, sama sekali tidak bergerak dari tempatnya, dia hanya diam dengan wajah yang tidak terlalu jelas terlihat.

Melihat hal itu, akupun langsung duduk mendekati kakakku untuk segera memberitahu apa yang sebenarnya sudah kulihat.

Namun anehnya, ketika aku sudah sampai tepat di samping kakak, kakakku saat itu tiba tiba menoleh kearahku sambil tersenyum seolah memberi tanda jika sebenarnya dia melihat apa yang aku lihat.

Mengetahui hal itu, akupun kebingungan dan mulai meremas tangan kakak karena aku seketika menduga jika yang saat itu aku lihat adalah makhluk halus.

" Kak....ayo masuk tenda kak...aku takut " bisikku.

Lagi lagi kakakku hanya diam sambil mulai memegang tanganku agar aku lebih tenang dari sebelumnya.

Dan belum selesai aku melihat sosok tersebut yang memang tidak kunjung pergi, aku tiba tiba mencium aroma yang sangat tidak sedap yang sepertinya berasal sangat dekat denganku.

Aroma tersebut tercium kuat seolah berasal dari sebelahku yang saat itu adalah kakakku.

Tapi sayangnya, belum selesai aku memastikan hal itu, lagi lagi pandanganku teralihkan dengan sosok kakek kakek yang terlihat membawa seikat kayu yang berjalan bungkuk tepat tidak jauh dari tenda kami berdiri.

Sosok tersebut berjalan begitu saja tanpa menghiraukan keberadaan kami, dan yang paling membuat aku terkejut adalah, salah satu kaki kakek tersebut terlihat hancur seperti habis kecelakaan, hal itu terlihat dari darah yang bercecer tidak karuan mengikuti langkah kakeh yang bergerak secara perlahan.

" Kak...itu siapa kak......ayo masuk kak aku takut kak...." Rintihku.

Dan tanpa menjawab perkataanku, tiba tiba kakakku menarik tanganku seolah langsung menyetujui ajakanku untuk segera masuk kedalam tenda dengan tidak memperdulikan keadaan kak Bimo yang saat itu sudah tertidur pulas diluar tenda.

Dan tidak lama setelah itu,

Akhirnya kamipun tertidur.

Namun belum lama aku memejamkan mata, tiba tiba aku terbangun karena aku mendengar suara orang yang bersenandung khas jawa.

Suara tersebut terdengar lirih di sela sela suara jangkrik yang semakin lama semakin terdengar sangat kencang.

Mendengar hal itu, akupun langsung bangun untuk memastikan sumber suara yang aku dengar tersebut.

Namun ketika aku menoleh kesana kemari, waktu itu tiba tiba aku melihat ada sosok laki laki paruh baya yang duduk tepat disamping kak Bimo tertidur.

Sosok tersebut memakai baju hitam pekat dengan wajah yang sudah sangat tidak karuan.

Mata yang menonjol ke luar ditambah hidung yang hanya tinggal sebelah, membuatku seketika seolah tidak lagi bisa bernafas.

Dan tanpa melihat lebih lama lagi, akupun langsung menutup pintu tendaku dengan jantungku yang sudah berdegup kencang tidak karuan.

Dan tanpa membangunkan kakakku, waktu itu aku langsung tidur di samping kakakku sambil membaca semua doa doa sebisanya.

Mungkin karena badan yang sudah kelelahan , akhirnya pagi itupun aku tertidur Tepat disamping kakakku dengan tanganku yang saat itu masih memeluk tubuh kakakku.

Dan singkat cerita,

Sekitar pukul 07.00 pagi, aku kembali terbangun dengan suara kakakku yang membangunkanku dengan nada yang terdengar terburu buru.

" Fi..fi..." Teriak kakak sambil membuka pintu tendaku,

" Ada apa " ucapku sambil kebingungan karena saat itu aku juga melihat ada beberapa orang selain kakak yang memakai baju orange,

" Alhamdulillah kalau kamu gak kenapa napa, kakak lama ya dek " imbuh kakakku,

" Maksudnya " tanyaku dengan perasaan yang bingung disertai belum terlalu sadar karena masih bangun tidur,

" Ya kamu kemarin hampir Hipotermia, ini kakak bawa orang dari bawah untuk evakuasi kamu, Bimo mana " ucap kakak,

" Kakak ini ngomong apa sih, " tanyaku semakin bingung,

" Lho Bimo mana, Bimo kan kutinggal bersamamu " imbuh kakakku,

" Lho kan kakak biarkan dia tidur diluar, kan kakak tidur sama aku di dalam " jawabku,

" Kamu ini ngomong apa, aku kemarin malam turun cari bantuan, ini baru balik sekarang " terang kakakku.

Mendengar hal itu, akupun langsung mengemasi barang barangku dan tanpa menjawab pertanyaan kakakku lagi.

" Ayo bantu aku beres beres, kita ngomong dibawah saja " ucapku dengan langsung memasukkan semua bajuku kedalam tas,

" Bimo mana " sahutnya berulang ulang,

" Gak tau kak, aku mau turun duluan aja, kakak kalau mau cari kak Bimo, cari aja, aku mau turun sekarang " teriakku.

Dan singkat cerita, akhirnya akupun turun bersama 2 bapak petugas basecamp dengan kakakku yang masih sibuk berteriak teriak memanggil nama kak Bimo.

Sepanjang perjalanan turun, fikiranku sangat tidak karuan, aku benar benar kebingungan dengan apa yang sebenarnya telah terjadi kemarin malam.

Dan tanpa banyak tanya lagi, akupun mempercepat langkahku menuju ke basecamp dengan harapan agar aku bisa sedikit lebih tenang.

Sesampainya di Basecamp, aku langsung duduk dan beristirahat sambil menunggu kakakku datang.

Hingga akhirnya, sekitar pukul 17.00 sore, kakakku pun sampai di basecamp bersama kak Bimo yang saat itu tiba tiba berubah jadi linglung.

Kak Bimo waktu itu tiba tiba terus menggigit nggigit tangannya sambil sesekali tertawa dan tidak jarang pula dia menari perlahan sambil melirik kesana kemari.

Dan setelah semuanya kuceritakan secara detail, seluruh orang yang ada di post pendaftaran saat itu seketika terkejut dan seolah tidak menyangka dengan apa yang sudah kualami malam itu.

Dan akhir cerita,

Sesampainya dirumah, kakakku pun seolah tidak lagi memperdulikan keadaan kak Bimo yang saat itu kudengar belum bisa disembuhkan hingga beberapa hari.

Rumah kami sempat beberapa kali didatangi oleh pihak keluarga kak Bimo untuk dimintai keterangan dan pertanggung jawaban karena mereka menganggap jika kakakku lah yang awalnya mengajak kak Bimo dalam perjalanan ke Gunung waktu itu.

Namun setelah kami menceritakan apa yang telah dilakukan kak Bimo terhadapku, akhirnya pihak keluarga kak Bimo pun terkejut dan seketika meminta maaf kepadaku serta keluargaku.

Waktu itu, kakakkupun juga sempat emosi luar biasa dan mengancam akan menuntut kak Bimo melalui jalur hukum atas tindakannya.

Tapi mengingat karena keadaanya yang sudah tidak memungkinkan lagi, akhirnya kami semua memutuskan untuk berdamai dengan tidak lagi memperdulikan keadaan kak Bimo yang saat itu memang belum sembuh dari perilaku anehnya.

Dan hingga cerita ini ditulis, aku masih tidak mengetahui bagaimana keadaan kak Bimo saat ini.

Terakhir yang kudengar dari kakakku adalah, kak Bimo dibawa saudaranya pergi menyusul orang tuanya yang saat itu memang merantau di luar pulau jawa.

Bahkan setauku, hingga saat ini, kak Bimo masih belum sepenuhnya sembuh dari perilaku anehnya.

Dan sejak saat itu, akupun memutuskan untuk tidak lagi naik ke Gunung manapun meskipun aku sendiri tidak menyangkal jika perjalanan ke Gunung sebenarnya adalah perjalanan yang sangat menyenangkan.

Dan dengan adanya pengalaman seperti ini, semoga menjadi pelajaran bagi siapapun agar dapat lebih berhati hati lagi dalam melakukan setiap perjalanan.

Terimakasih teman teman semoga cerita ini menemani hari hari kalian.

Karya ini GRATIS! Tapi kamu boleh kok kasih tip biar kreator hepi 🥰

Selanjutnya VILLA GHAIB
8
0
Semua Nama Dalam Cerita ini Disamarkan, Mohon maaf jika ada kesamaan. Vila Ghaib Perkenalkan namaku Dita dan Suamiku Alex.Dalam keluarga kecilku, aku memiliki seorang anak perempuan yang tunawicara atau biasa orang menyebutnya dengan sebutan Bisu.Meskipun begitu, aku tetap menyayangi anakku dengan sepenuh hati karena akupun meyakini jika anak adalah anugrah dari sang maha pencipta.Untuk itu, aku tidak pernah sekalipun menganggap keadaan anakku ini sebagai cobaan, melainkan tetap kuanggap sebagai titipan yang tentu saja harus kurawat dengan baik apalagi dia adalah darah dagingku sendiri.Oleh sebab itu, aku selalu berusaha semaksimal mungkin untuk menuruti semua kemauannya agar dia tetap bahagia dalam menjalani hidupnya.Hingga akhirnya, cerita ini pun terjadi.Waktu itu, aku sekeluarga memang berencana mengunjungi salah satu kota yang ada di jawa timur untuk menghabiskan waktu liburanku dan keluargaku.Dan setelah hari libur yang kusepakati dengan suamiku telah tiba, akhirnya aku dan suamikupun berangkat menuju kota tujuanku pada pagi hari mengingat kota tersebut terletak sangat jauh dari tempat tinggalku.Sepanjang perjalanan, waktu kuhabiskan dengan menemani suamiku mengemudikan mobilnya dengan sesekali mengajak anakku bercanda meskipun dia tidak pernah mengeluarkan sedikitpun kata kata dengan hanya sesekali tersenyum ketika dia melihat sesuatu yang menurutnya indah dimatanya.Dan singkat cerita, setelah melakukan perjalanan hampir 13 jam lamanya, akhirnya akupun sampai di kota tujuanku.Waktu itu, aku sampai di kota tersebut sekitar pukul 19.00 malam, karena perut yang terasa lapar, akhirnya aku dan suamikupun memutuskan untuk makan malam di pinggir jalan raya sembari membuka aplikasi booking hotel yang ada di ponselku untuk melihat lihat penginapan yang menurutku sesuai dengan keadaan kantongku.Namun belum selesai aku mendapatkan penginapan yang cocok, malam itu tiba tiba tanganku ditarik oleh anakku yang rupanya memberi tanda jika ada seorang wanita paruh baya yang terlihat sedang mengawasiku dari arah luar tempat dimana aku dan keluargaku makan malam waktu itu..Melihat hal itu, tentu saja akupun seketika memberitau suamiku karena akupun sebenarnya tidak nyaman dengan tatapan wanita tersebut yang memang terlihat mencurigakan. Mas,,,lihat deh, wanita diluar itu ucapku sambil memegang pundak suamiku yang saat itu sedang Asyik melahap makanannya, O iya,,kenapa dek jawabnya, Suci menarik tanganku mas,,sepertinya anak kita takut dengan wanita diluar itu,, kamu tau sendiri kan,,kalau Suci sampai narik narik gini, biasanya dia ketakutan terangku pelan, Sudah jangan dihiraukan, mungkin dia orang kurang waras dek, makanya anak kita takut,,liat noh,, bajunya juga gak rapi terang suamiku sambil menunjuk kearah wanita tersebut, Eits..jangan nunjuk nunjuk mas...gak sopan sahutku, Udah gpp,,paling habis ini dia kesini,,kita kasi aja uang, beres kan jawab suamiku singkat, Iya mas ucapku sambil menatap ke arah anakku dan berusaha menenangkannya, Gimana,, udah dapet belum hotelnya tanya suamiku, Belum mas,,, ternyata hotel disini mahal mahal banget deh,,apa kita cari vila aja ya,,sepertinya lebih murah kalau ukurannya kecil dan sederhana usulku, Ya udah, kita cari sambil jalan aja ya, keburu malam, nanti malah sulit nyarinya ajak suamiku.Dan setelah aku membayar semua makananku, akupun akhirnya kembali masuk kedalam kendaraanku agar aku bisa segera mendapatkan penginapan di kota ini mengingat waktu yang juga sudah semakin malam.Namun anehnya, sejak aku berjalan keluar dari warung hingga masuk kedalam kendaraanku, waktu itu aku terus diawasi oleh wanita paruh baya tersebut yang kali ini terlihat lebih jelas dengan pakaiannya yang saat itu ternyata memang sangat tidak karu karuan.Sejak saat itulah akupun akhirnya setuju dengan suamiku jika wanita yang sedari tadi mengawasiku dan keluargaku tersebut adalah wanita yang kurang waras. Mas..mas,,,.lihat,,wanita itu sampai sekarang masih tetap lihatin kita loh ucapku dari dalam kendaraanku sambil menoleh kebelakang, Sudah biarkan saja, kamu fokus cari penginapan saja dek ucap suamiku.Mendengar ucapan suamiku, akhirnya akupun kembali membuka ponselku sambil menggeser nggeser jempolku memilih penginapan yang memang sedari tadi sulit kudapatkan.Dan singkat cerita, waktupun menunjukan pukul 22.00 malam.Karena tak kunjung mendapatkan penginapan, suamiku yang sebelumnya tenang akhirnya saat itu kesal tidak karuan. Masa dari tadi belum dapet sih dek,,aku capek nih,,masa cari gitu aja gak bisa bentak suamiku, Kan kamu sendiri dari tadi yang rewel, katamu mahal lah,,jelek lah,,kotor lah,,,jauh dari pusat kota lah.bla bla bla..aku udah kasi lihat banyak pilihan,,kamu gak ada yang cocok...noh cari aja sendiri,, ucapku sambil melemparkan ponselku ke pangkuan suamiku yang saat itu masih mengemudi,Melihat hal itu, suamiku yang sebelumnya mengemudikan mobilnya tiba tiba langsung menepi dan mengotak atik ponselku. Mas jangan berhenti disini donk,,ini bahu jalan, bahaya protesku, Sudah diam aja jawabnya singkat.Dan tanpa memperdulikan ucapan suamiku, akupun saat itu langsung diam karena aku jengkel dengan tingkah suamiku yang saat itu tiba tiba berubah menjadi menyebalkan.Singkat cerita, setelah beberapa lama kami masih belum juga mendapatkan penginapan yang pas, saat itu tiba tiba kami diampiri oleh laki laki paruh baya yang entah akupun juga tidak tau darimana datangnya.Waktu itu, laki laki tersebut tiba tiba mengetuk pintu kendaaranku sambil tersenyum seolah hendak memberi bantuan. Mas jangan dibuka mas,,kita tidak tau dia siapa lo teriakku.Tapi sayangnya, ucapanku saat itu tidak digubris oleh suamiku yang sepertinya dia juga masih marah kepadaku karena aku tadi telah melemparkan ponselku kearahnya.Saat itu, tanpa menaruh sedikitpun curiga, suamikupun langsung menurunkan kaca kendaraannya sambil menoleh kearah laki laki tersebut. Pak cari penginapan ucap bapak bapak tersebut, Iya pak,, kok tau pak ucap suamiku, Plat nomor mobil bapak dari luar kota,,dan kulihat dari tadi muter muter terus di jalan ini..apalagi kalau gak cari penginapan terang bapak bapak tersebut.. Iya pak,,kami memang cari penginapan, tapi yang murah pak jawab suamiku, Kalau bapak mau,,saya ada vila satu rumah, sewanya cuma 100 ribuan aja ucap bapak bapak tersebut, Wah yang bener pak,,iya deh saya mau sahut suamiku, Jangan buru buru mau mas,,kita tidak tau gimana tempatnya ucapku pelan.Namun sayangnya, lagi lagi ucapanku tidak dihiraukan oleh suamiku, Dia tetap diam sambil menyalakan kendaraannya dan mulai mengikuti motor yang dikemudikan oleh bapak bapak yang menawari penginapan tersebut kepada kami.Dan setelah beberapa lama aku mengikuti kemana motor bapak tersebut berjalan, akhirnya akupun sampai di sebuah komplek perumahan yang sepertinya terletak di sudut kota ini.Saat masuk di area perumahan tersebut, aku disambut oleh senyuman dari pak Satpam yang saat itu membukakan penghalang jalan yang sebelumnya memang sudah tertutup.Setelah kami memasuki area perumahan tersebut,, sebenarnya aku merasakan hawa yang ada di sekitar tiba tiba berubah menjadi lebih dingin dari biasanya ditambah lampu penerangan di area jalan komplek tersebut banyak yang sudah mati.Dan tanpa menghiraukan hal itu, akupun terus membuntuti motor bapak bapak tadi sambil berharap penginapan yang akan kami tempati nanti sesuai ekspetasi.Dan akhirnya, setelah tanjakan jalan mulus yang tidak jauh dari pos satpam, akupun sampai di sebuah rumah yang kuduga kuat rumah tersebut adalah rumah yang ditawarkan bapak bapak tersebut kepada kami.Itu terlihat dari motor bapak tersebut yang sebelumnya terus berjalan, saat itu tiba tiba telah berhenti dan kini beliau terlihat berdiri sambil menungguku keluar dari kendaraanku.Dan benar, rumah inilah yang ternyata ditawarkan kepadaku, sebuah rumah kecil dengan beberapa kamar tidur yang terlihat rapi lengkap dengan perabotan yang sepertinya sudah siap untuk digunakan.Bahkan, waktu itu aku juga melihat adanya pohon besar yang berdiri tegak di depan rumah ini, pohon tersebut terlihat rapi meskipun sepertinya sudah berusia puluhan tahun berdiri disini.Dan tanpa memperdulikan hal itu, akupun berjalan pelan mengelilingi rumah ini yang ternyata juga ada rumah dengan bentuk yang sama yang terletak tepat dibelakang rumah ini. Pak ,,,itu bentuk rumahnya memang sama ya, teriakku ke bapak bapak yang saat itu masih ngobrol dengan suamiku di dalam rumah. Iya bu, 3 rumah ini memang milik satu orang,,,jadi cat rumahnya dibuat sama persis,,disewakkan semua kok bu, tapi sayang, semua sudah penuh,,tinggal yang ini aja yang kosong, yang belakang itu ditempati orang dari luar kota ,,yang diseberang jalan juga masih ditempati tamu hehe terang bapak bapak tersebut.Dan setelah bernegoisasi kembali, akhirnya aku dan suamikupun setuju untuk menginap dirumah tersebut mengingat badanku yang saat itu memang sudah sangat kelelahan.Singkat cerita, akupun akhirnya ditinggal pergi oleh bapak bapak tersebut sambil berpesan agar aku pergi ke pos satpam jika aku membutuhkan bantuan.Malam itu,Setelah semua barang barangku sudah kuturunkan dari kendaraanku, akupun segera membuatkan minuman hangat untuk suamiku karena akupun tau jika saat itu dia pasti kelelahan karena sudah mengemudi seharian.Dan setelah minuman kuantarkan, malam itu pandanganku teralihkan dengan anakku yang saat itu tiba tiba diam di balik jendela kaca yang ada di ruang tengah rumah ini sambil menghadap kearah luar rumah. Kamu lihat apa sayang,,udah jam 12 malam lho,,cepat tidur,,besuk kita jalan jalan ucapku sambil memeluknya dari belakang,Tapi anehnya, anakku yang sebelumnya selalu menciumku ketika kupeluk, waktu itu dia tetap diam sambil menunjuk kearah rumah yang ada di seberang jalan. Lihat apa sayang,,loh !!, ada orang toh disitu ucapku sambil ikut melihat kearah rumah yang ada di seberang jalan rumah ini.Waktu itu, di rumah yang ada di seberang jalan, aku memang melihat ada seorang wanita tua dengan anak perempuan yang sepertinya seumuran dengan anakku.Mereka terlihat duduk bercengkrama sambil sesekali tertawa tawa entah kenapa.Melihat hal itu, tentu saja akupun kembali mengajak anakku untuk tidak menghiraukan orang tersebut mengingat waktu yang saat itu sudah semakin malam. Sudah jangan dihiraukan nak,,ayok tidur sama mama yok ajakku,Dan lagi lagi, anakku saat itu hanya diam seolah tidak menghiraukan keberadaanku disampingnya.Tapi anehnya,Ketika aku kembali menoleh kearah rumah seberang tersebut, tiba tiba penghuni rumah seberang tersebut sudah berdiri menatapku sambil melontarkan sebuah senyuman yang terlihat sangatlah mencurigakan.Melihat hal itu, akupun membalas senyuman mereka sambil berjalan kearah kamar sambil menarik tangan anakku yang saat itu tiba tiba berubah menjadi kaku.Sesampainya dikamar, akupun segera menidurkan anakku sambil terus memikirkan apa yang baru saja terjadi.Dan setelah anakku tertidur, akupun kembali bangun untuk menyusul suamiku yang sedari tadi ada di ruang tamu sendirian yang sepertinya masih sibuk dengan laptopnya. Sudah dong mas,,tutup tuh laptop,, kan kita lagi liburan,, masa kita liburan tapi yang ada di kepalamu masih pekerjaan, kan gak enak ucapku sambil duduk disampingnya, Iya,,, ini tinggal ngirim laporan aja kok jawabnya pelan sambil tidak menoleh kearahku,Namun belum lama aku menemani suamiku menyelesaikan pekerjaanya, tiba tiba aku dan suamiku dikejutkan dengan adanya suara orang yang sedang bersenandung bahasa jawa yang saat itu terdengar sangat lirih dan semakin lama semakin terdengar jelas. Mas.. suara apa ini... Ucapku sambil meremas tangan suamiku, Gak tau aku dek, sepertinya suaranya dari arah rumah belakang deh ucap suamiku, Aku takut mas,,,ayo tidurrrr rintihku.Dan tanpa menjawab ajakanku,Malam itu suamiku seketika bergegas mematikan laptopnya dan berdiri untuk segera mengajakku masuk kedalam kamar.Sesampainya dikamar,,aku dan suamikupun langsung menutup pintu kamarku sembari mendengar suara lantunan jawa tersebut yang semakin lama semakin terdengar keras saja.Masih sangat teringat jelas di kepalaku, malam itu aku memeluk erat suamiku sambil memegang tubuh anakku yang saat itu sudah tertidur lelap.Suara menakutkan yang semakin lama terdengar semakin dekat , seolah membuat liburanku saat itu sudah tidak kufikirkan lagi.Yang ada di kepalaku malam itu hanyalah pulang, pulang dan pulang sambil mataku yang mulai meneteskan air mata ketakutan.Namun sayangnya, semua gangguanku saat itu tidak hanya berhenti disitu saja, disela sela aku masih mendengar suara lantunan tersebut, aku tiba tiba mencium aroma busuk yang sangat menusuk hidung.Aroma tersebut tercium kuat seolah berasal dari arah ruang tengah rumah ini. Mas bau apa ini mas ucapku, Gak tau aku dek,, sudah biarkan saja, kita disini aja,,disini sepertinya tempat paling aman perintah suamiku.Mendengar hal itu, akupun mengangguk sambil sesekali melihat wajah anakku.Dan setelah beberapa lama aku bertahan didalam kamar tersebut, tiba tiba aku dan suamiku dikejutkan dengan suara alarm dari kendaranku yang malam itu tiba tiba berbunyi dengan sangat kencang. Wiu wiu wiu wiu wiu wiu wiu wiu Mendengar hal itu, aku dan suamikupun memutuskan untuk memberanikan diri keluar dari kamar dan melihat keadaan kendaraanku karena akupun takut mengganggu orang lain jika suara Alarm tersebut tidak segera kumatikan.Setelah aku dan suamiku keluar kamar, akupun bergegas mengambil kunci kendaraan yang saat itu memang terletak di ruang tamu rumah ini.Dan setelah alarm kendaraan berhasil kumatikan dengan remote dari dalam rumah, aku dan suamikupun berjalan keluar rumah untuk memastikan jika semuanya aman. Kita lihat dulu dek, siapa tau ada orang yang mau berbuat jahat ajak suamiku sambil berjalan pelan kearah teras rumah. Aku takut mas rintihku,Dan benar,Sesampainya aku di teras rumah, malam itu tiba tiba aku dan suamiku melihat ada sosok perempuan berwajah hancur yang sedang bersandar di bawah pohon yang ada di depan rumah ini.Masih sangat teringat jelas dikepalaku, sosok tersebut benar benar berdiri tidak jauh dariku dengan tubuhnya yang mengeluarkan aroma yang sangat tidak sedap.Bahkan, meskipun hanya sebentar aku melihatnya, tapi aku sangat yakin, jika sosok tersebut berwajah hancur, itu terlihat dari bagian hidung dan bibirnya yang saat itu memang terlihat sudah sangat tidak karuan.Melihat hal itu, tentu saja akupun seketika berteriak ketakutan dengan jantung yang seketika berdegup kencang. Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa Teriakku.Tanpa lama lama lagi, aku dan suamikupun langsung ditarik untuk berlari kembali masuk kedalam rumah agar kami bisa segera mengunci pintunya dari dalam. Mas,,,ayo pulang mas..... Ajakku sambil menangis tersedu sedu, Iya,,, besuk kita ke hotel ya dek,,,, jawab suamiku, Gak mau mas,,,aku maunya sekarang,,,, aku takut mas paksakuDitengah tengah aku masih berdebat dengan suamiku di ruang tamu, tiba tiba aku mendengar suara tawa anak kecil yang bersumber dari kamar. Hihihihihihihi Mendengar hal itu, tentu saja aku seketika berlari kedalam kamar karena akupun tau jika anakku saat itu kutinggal didalam kamar itu sendirian.Dan anehnya, sesampainya aku di pintu kamar, aku melihat anakku saat itu sudah berdiri dengan tersenyum riang sambil berjalan pelan kearahku.Dan yang paling membuat aku syok adalah, malam itu anakku berbicara seolah sedang meledekku. Mama, mama,mmmaaamaa,, hehehe mamaku,,,hahahaha Melihat hal itu, suamikupun langsung meraih tubuh anakku dan segera menggendongnya lalu dibawa keluar dari rumah tersebut. Ayo keluar dek, sudah biarkan saja barang barang kita teriak suamiku sambil berjalan cepat kearah kendaraan yang masih ada di samping pohon.Malam itu,Ketika aku masuk kedalam kendaraanku, aku juga masih sempat melihat sosok wanita berwajah rusak tersebut masih tetap ditempat yang sama.Dia tetap diam dengan tatapan yang masih terlihat kosong.Dan tidak berhenti disitu saja,,di rumah lain yang berada tepat di samping rumah yang kutempati,, aku sempat melihat ada beberapa kakek kakek yang duduk di teras rumahnya dengan menghisap sebatang rokok.Dan di rumah lain lagi, aku melihat ada beberapa anak perempuan yang sepertinya sedang bermain permainan tradisional ( Congkak ).Malam itu, aku seolah berada disebuah komplek yang semua penghuninya adalah makhluk halus, semuanya terlihat benar benar sangat jelas dan sangat menakutkan.Dan setelah aku memacu kendaraanku dengan kecepatan yang sangat tinggi, akupun akhirnya sampai dipos satpam yang saat itu portal penghalangnya sudah ditutup rapat.Karena kendaraanku tidak bisa melaluinya dan Pak Satpamnya pun sudah tidak ada, akhirnya akupun memutuskan untuk tidur dan menunggu di samping pos satpam tersebut sampai bantuan tiba. Kita tidur di mobil aja dek,,ini sudah jam 03 .30, sebentar lagi juga sudah pagi ajak suamiku.Waktu itu, akhirnya akupun tidur di dalam mobil sambil memeluk anakku yang saat itu kesurupan dengan mata meilirik lirik sambil sesekali mengucapkan kata kata yang aku sendiri tidak mengerti maksudnya.Keesokan harinya, semuanya semakin aneh saja,,Pos satpam yang kemarin malam terlihat masih beroperasi, pagi itu tiba tiba terlihat sangat terbengkalai seperti sudah lama tidak pernah digunakan.Jalanan aspal yang kemarin kulewati sangat mulus, waktu itu juga tiba tiba berubah menjadi sangat rusak tidak terawat, bahkan papan tulisan pintu masuk kekawasan inipun terlihat sudah berkarat tidak karuan.Melihat hal itu, akupun seketika menyadari jika aku kemarin berada di alam lain kawasan ini.Dan tanpa lama lama lagi, akhirnya akupun menuju ke pusat kota untuk segera mencari informasi dan bantuan agar anakku bisa sembuh dari tingkahnya yang pagi itu semakin aneh saja..Dan untungnya, di jalanan saat itu aku melihat adanya papan nama pondok pesantren islami yang terletak masih beberapa KM jauhnyaDan tanpa pikir panjang lagi, akhirnya aku dan suamikupun sepakat membawa anakku kepondok pesantren tersebut untuk mendapatkan pertolongan yang lebih lanjut.Akhir cerita, aku dan suamikupun meminta bantuan kepada tokoh ulama yang ada di pondok pesantren tersebut untuk mengobati anakku serta mengantarku kembali ke rumah tersebut untuk mengambil semua barang barang suamiku yang saat itu masih tertinggal.Dan benar,,Sesampainya kami dirumah tersebut, kami memang melihat pemandangan yang sangat diluar akal sehat.Semuanya berbanding terbalik dengan apa yang aku lihat semalam.Rumah rumah yang semalam terlihat masih dihuni orang, siang itu sudah sangat terbengkalai dan berantakan.Bahkan, semua bangunan disini bisa dikatakan sudah sangat lama sekali ditinggalkan.Itu terlihat dari rumput rumput liar yang sudah tumbuh tinggi dengan seluruh tembok rumah disini sudah dipenuhi dengan coretan coretan grafiti.Hal itulah yang membuatku akhirnya sangat yakin jika kemarin malam sebenarnya aku tidak berada di alam ini.Tetapi di alam lain.Menurut tokoh agama yang bersamaku siang itu, komplek ini sudah ditinggalkan sangat lama, sudah jarang sekali ada orang yang berkunjung kesini, karena selain letaknya di atas bukit, akses jalan kesini sangatlah rusak, hal itulah yang membuat tempat ini akhirnya ditinggalkan meskipun menyajikan pemandangan alam yang sangat memanjakan.Dan yang kulihat semalam, itu adalah alam lain yang ada di tempat ini, dan hal itu memang benar benar sangatlah menakutkan.Dalam video yang sudah kami bagikan di channel youtube Lakon Story, kami berhasil menemukan lokasi yang ada di dalam cerita ini.Semua bangunan dan semua bukti untuk mendukung kebenaran cerita ini, sudah benar benar kami lihat dengan mata kepala kami sendiri.Bahkan, kamipun juga mengalami hal ganjil saat melakukan penelusuran di tempat tersebut.Semuanya sudah tersedia dan bisa kalian lihat di channel youtube resmi Lakon Story ( Review Villa Angker & penelusuran )Untuk itu, semoga cerita ini bisa menambah pelajaran bagi kita semua sekaligus bisa mempertebal keimanan kita kepada sang maha pencipta bahwasanya mereka benar benar ada dan mereka benar benar nyata.Terimakasih teman teman, semoga cerita ini menemani hari hari kalian.
Apakah konten ini melanggar ketentuan yang berlaku sesuai syarat dan persetujuan? Laporkan