#Tantangan2U Temu Terakhir Oleh Ramdziana Challenge

0
0
Deskripsi

Tema: Happy Birthday


Foto oleh Olya Kobruseva dari Pexels

Bulan depan ulang tahunnya Remy, Tara, seperti biasa, merasa kikuk untuk melakukan kejutan-kejutan ala banyak orang. Ditambah sosok Remy lah yang berulang tahun, hati Tara seperti disapu arum manis, lalu secara tiba-tiba ditonjok palu tukang berbahan besi padat yang cukup besar. Begitu. Berulang kali.

Aku benci dengan perasaan ini, pikir Tara.

Remy adalah teman dekatnya. Teman yang sama-sama bersumpah untuk tidak saling menyukai dan saling sepakat, apabila salah satu melanggar sumpah, akan ada kejadian tak menyenangkan yang bakal dialami.

Hati Tara meronta. Dua perasaan berkecamuk. Rasa kikuk melawan rasa takut. Tara menatap nanar tembok kamar, sambil mengingat Remy yang pernah berkata kepadanya di warung rames simpang lima.

"Tara, jangan pernah terpikir untuk membalas traktiran ini, lho. Aku hanya ingin menyisihkan gaji paruh waktuku pada hari ulang tahunmu. Ini bukan hadiah. Jangan gak enakan. Kita masih sepakat untuk gak merayakan apa-apa."

Brengsek, kenapa, sih, kita harus berada di hubungan seperti ini?

Tara telanjur merencanakan sesuatu. Seperti maling yang mengendap di teras rumah orang, perempuan berkacamata itu menyiapkan rencana yang cukup matang sambil harap-harap cemas.

Menurut Tara, Remy akan merasa senang bukan kepalang.

Alah, ancaman Remy pasti mengada-ngada, gertak sambal, pikir Tara berulang-ulang sambil memasukkan beberapa barang ke dalam kardus dan menutupnya rapat dengan lakban cokelat.

Aku gugup bukan kepalang, tetapi kuyakin asa untuk mengejutkannya akan berhasil. Semoga saja ...

Jam terus berdetak. Di kamar tidurnya yang penuh pernak-pernik, Tara terus mengerjakan kadonya semalam suntuk. Pikirannya masih saja berisik. Stop, diam! Kerjakan saja, fokus. Tak perlulah membayangkan bahaya yang terjadi kalau sampai ketahuan.

Di hari ulang tahun, dengan degup jantung yang kencang, Tara menunggu di kafe tempat mereka berdua sering mengerjakan tugas, melahap segala cemilan, dan membuang waktu sejak SMP.

"Remy! Sini!"

Remy yang celingukan menatap Tara dengan heran.

"Kok, di meja ini? Gak biasa, ah?" Mata Remy masih menyelidik.

"SELAMAT ULANG TAHUN, REMY!!"

Dengan sigap Tara menaikkan kue dari kursi di sebelahnya. Kue bundar dengan line art wajah Remy dan lilin angka 20.

"Semoga panjang umur dan sehat selalu. Dan ma--maaf jika sepuluh tahun ini aku memendam perasaan kepadamu. Sejak kita bertemu di ruang les sampai akhirnya kita satu sekolah dan terus berlanjut sampai saat ini."

"Ka--ka--kala itu kukira cinta monyet. Bukan, My. Lebih dari itu."

Tara mengutarakan semua sambil menunduk seperti anak kecil yang tepergok mencuri mangga tetangga oleh ibunya sendiri.

Remy menghela nafas panjang.

"Tara, sepertinya kamu memilih melanggar janji yang kita sepakati sejak lama. Kamu gak perlu menyalahkan diri sendiri, karena itu memang salahku karena gak memberitahumu alasan kenapa harus begitu--dan aku tetap akan melakukan hal yang sama. Tanya ibumu tentang hubunganku dengannya dan kamu mungkin akan mengerti."

"Ini pertemuan kita terakhir yang kuakhiri dengan rasa malu. Maaf, jika usahamu membeli kado dan kue gak sepadan dengan yang kamu dapatkan hari ini."

Remy membalikkan badan. Pergi meninggalkan pesta kecil, kue, dan tangis tara.
 

Karya ini GRATIS! Tapi kamu boleh kok kasih tip biar kreator hepi 🥰

Kategori karya
Cerpen

Kolom Komentar

Apakah konten ini melanggar ketentuan yang berlaku sesuai syarat dan persetujuan? Laporkan