Kampung Jabang Mayit 2 - Part 5

10
15
Terkunci
Deskripsi

Part 5 – Tumbal Janin

Spoiler :

 

Sebuah golok yang aku ingat sebelumnya tersimpan dibawah bantal Akbar, tiba-tiba melayang dengan sendirinya ke arah Budi.

“Arrrghhh! Tidak akan mempan!!!” bentak Budi langsung menangkap golok tajam itu oleh satu tangannya dan menjatuhkannya sekuat tenaga, hingga terpental di keramik.

Tiba-tiba terlihat bayangan mendekat di ujung pintu dan perlahan menampakan wujudnya, wujud nenek tua sambil tertawa cekikikan ke arahku dan Budi, hanya berdiri mengenakan satu kaki sebelah...

1 file untuk di-download

Unlock to support the creator

Choose Your Support Type

Paket
120 konten
Akses 30 hari
1,000 (IDR 100,000)
Post
1 konten
Akses seumur hidup
150 (IDR 15,000)
Berapa nilai Kakoin dalam Rupiah?
Sudah mendukung? Login untuk mengakses
Kategori karya
Kampung Jabang Mayit 2
Selanjutnya Kampung Jabang Mayit 2 - Part 6
15
12
Part 6 – Rahasia PetakaSpoiler : “Jangan teriak! Nikmati saja rasa sakitnya!” bisik Budi di dekat telinga Didik, berbarengan darah semakin banyak keluar dari tengah perut Didik.Aku dengan cepat melangkah keluar kamar, langsung menyalakan lampu dapur agar melihat semakin jelas keadaan Didik, Diikuti oleh Arya dan Kang Panjul yang langsung keluar kamar, membuat Didik yang masih tertutup mulutnya oleh Budi itu kaget, apalagi ketika melihat Arya, sementara Banu sudah tidak sadarkan diri dibawa oleh Kang Panjul ke dalam kamar Mak Ela. “Apa yang mereka cari! Katakan! sebelum kamu mati! Katakan cepat!” ucap Budi sambil melepas bekapan di mulut  Didik.“Arya!!! Sialan!!! Harusnya kamu mati!!!” ucap Didik sekuat tenaga sambil kini tangannya memegang perut yang keluar banyak darah, menatap penuh amarah pada Arya.Budi dengan perlahan memberikan pisau Didik yang tergeletak di lantai kepada Arya, lalu menganggukan kepalanya memberi pertanda untuk Arya menghabisi Didik malam ini juga.“Tunggu!” bentakku tiba-tiba.“Katakan siapa Nita, dan untuk apa kalian melakukan semua ini!” tanyaku didepan wajah Didik yang sudah ketakutan.Didik hanya tersenyum saja, tidak langsung menjawab ucapan aku.“Nita, ha-ha-ha...” jawab Didik memaksakan tertawa sambil menahan rasa sakitnya....
Apakah konten ini melanggar ketentuan yang berlaku sesuai syarat dan persetujuan? Laporkan