
Fuga nel Sangue e Briciole di Pane (Pelarian dalam Darah dan Remah-Roti)
Dalam bayang-bayang 'ndrangheta Calabria, sebuah pelarian dan pengejaran berlangsung bagai tarian maut. Joey merangkai langkah-langkah penuh ketakutan di lorong-lorong asing, sementara Domenico menyusun kembali fragmen-fragmen kekuasaannya yang retak. Mereka terikat oleh sebuah kebenaran; dalam dunia ini, tidak ada yang benar-benar bebas. Hanya ada sangkar yang berbeda.
KALOPSIA
43
19
31
Berlanjut
Ia lahir dari kehilangan, dibesarkan oleh sunyi, lalu dijadikan milik oleh pria yang tak bisa ia benci sekaligus tak mampu ia cintai dengan utuh.
Joey Carter berlari jauh, namun bayangan Domenico Cassano selalu menunggu di setiap persimpangan hidupnya.Di balik sorot kamera dan senyum yang dipuja dunia, ada hati yang terikat pada rantai tak kasatmata—rantai yang terasa seperti luka, tetapi juga satu-satunya tempat ia pernah merasa pulang.KALOPSIA—kisah tentang ilusi kebahagiaan, cinta yang tak bernama, dan jiwa yang terus mencari arti dari kebebasan yang tak pernah benar-benar ada. Triogi: KALOPSIA Prequel Book 2 Story by oishielmo Psychological Dark Romance · Mafia Drama · Coming-of-Age⚠️ Content WarningMengandung tema relasi tidak seimbang, trauma masa kecil, manipulasi emosional, dan penyalahgunaan zat. Direkomendasikan untuk pembaca dewasa (18+).
4,984 kata
Dukung suporter dengan membuka akses karya
Pilih Tipe Dukunganmu
Sudah mendukung?
Login untuk mengakses

Selanjutnya
XXV - Lacrime nella Pioggia
1
4
Lacrime nella Pioggia (Air Mata dalam Hujan)Dalam senja Calabria yang lembap, Joey Carter yang berusia tiga belas tahun menemukan celah sempit menuju kebebasan. Namun dunia di luar sangkar emas Domenico Cassano ternyata lebih kejam dari yang ia bayangkan. Setiap langkahnya dikejar bayangan 'Ndrangheta, setiap harapan pupus di tangan mereka yang seharusnya melindungi. Saat pistol Beretta-nya menggelegar di gang sempit dan pintu kantor polisi membanting di hadapannya, Joey menyadari kebenaran pahit: tidak ada yang berani menantang Don Cassano. Pengkhianatan terakhir menunggu di ujung pelarian—sebuah pilihan antara hidup dalam belenggu atau mati sebagai pembangkangan. Dalam dunia di mana hukum tak berdaya melawan kekuasaan, apakah seorang anak masih memiliki hak atas kisahnya sendiri?
Apakah konten ini melanggar ketentuan yang berlaku sesuai
syarat dan persetujuan?
Laporkan
