Setelah Gelap Datang

Berkas Khusus Pendukung
Setelah Gelap Datang v20.pdf

"Kenapa manusia takut pada kuburan? Bukankah kuburan itu berisi orang mati yang dulunya juga hidup seperti kita? Mengapa manusia modern takut pada kemenyan, pada tembang kuno, pada boneka jelangkung, pada rumah tua, pohon keramat? Kita takut pada hal yang telah kita lupakan. Semakin lama kita melupakannya, semakin kita takut kepadanya. Itulah kenapa rasa takut terbesar kita datang dari kegelapan, dari asal kita sendiri."
(Setelah Gelap Datang)

"Mereka butuh tumbal," ucap Pak John sambil menghisap rokok kreteknya, "dan kita harus menyediakannya. Bukan, bukan kita, tapi elu."
"Maksud Bapak, tumbal ... seperti kepala sapi atau kerbau, begitu?" tanyaku, sambil menunggu Pak John Mengangguk, tersenyum lebar, lalu menepuk pundakku. Tapi ia tidak melakukan itu. Ia malah memejamkan mata dan menggeleng.
"Orang, Rip!"
(Nenek Sari)

Buku ini berisi tiga belas cerita pendek yang beragam, mulai dari cerita seorang pengangguran yang terpaksa mencari tumbal manusia, sekumpulan mahasiswa yang berbagi cerita hantu, tube-tube cat yang selalu berpindah sendiri, hingga seorang pelamar kerja dalam sebuah wawancara yang tak akan pernah ia lupakan seumur hidupnya. Suasana suram, menegangkan, bahkan sesekali jenaka menghiasi cerita-cerita dalam buku ini.

Cerita:
- Mata Ayam
- Warung Kopi Mpok Indah
- Dia yang Pulang
- Akan Kuberi Makan
- Setelah Gelap Datang
- Cerita Hantu di Ruang Sekretariat
- Napas Kandra
- Satu Lukisan Terakhir
- Sebuah Wawancara
- Nenek Sari
- Dari Atas Kursi Merah
- Dea
- Petunjuk Sebelum Kembali Membaca Buku Komedi Hantu
 

Batas Khusus Pendukung

Terima kasih telah membaca karya ini.  Ini memang bukan karya baru, tapi sayang sekali kalau dilewatkan. Semoga berkesan.

Karya ini GRATIS! Tapi kamu boleh kok kasih tip biar kreator hepi 🥰

Kolom Komentar

Apakah konten ini melanggar ketentuan yang berlaku sesuai general.terms? laporkan.