
"Kalian terlambat 30 hari," ucapnya datar.
Kami yang baru saja tiba, dibuat terheran-heran dengan ucapan pemuda itu.
"Ibuku telah tewas 30 hari lalu. Ia tewas karena hendak menyelamatkan Bawi dari Kamiyak yang bersarang di tubuh gadis kecil itu. Kata mendiang ibuku, Kamiyak itu hendak membunuh pak Gerson melalui tubuh anaknya sendiri. Namun sayang, ibuku justru malah dicabik-cabik tanpa ampun."
Pemuda itu berhenti membelah kayu lalu menatap tajam ke pak Salundik.
"Dan sepertinya, kau tanpa sengaja beberapa...
2 file untuk di-download
Dukung suporter dengan membuka akses karya
Pilih Tipe Dukunganmu
Sudah mendukung?
Login untuk mengakses

Selanjutnya
Perang Santet di Tanah Dayak Bab 25 dan 26
21
37
Pak Salundik melotot dengan mulut menganga, gumpalan rambut itu mencekik lehernya sangat kencang. Pak Salundik bergelojotan mencari napas, seolah berteriak meminta tolong. Tangannya bergerak-gerak, tapi rupanya rambut-rambut itu membelit tubuhnya sangat kuat. Byuuurr...! Aku ternganga, pak Salundik terjatuh ke sungai. Aku hanya bisa menahan nafas dalam diam, melihat gumpalan rambut itu menyeret tubuh pak Salundik semakin dalam ke dasar sungai yang gelap.
Apakah konten ini melanggar ketentuan yang berlaku sesuai
syarat dan persetujuan?
Laporkan