
Kini seorang anak kecil berjalan pelan di depannya, masih dengan muka khas bangun tidur sambil mengucek sebelah matanya.
“Mamaaaa….”
Anak itu, Ardinata Sanjaya, yang tahun ini genap berusia 6 tahun, berjalan mendekati Mentari. Suara serak putra kecilnya sempat mengalihkan atensi wanita itu. Sejenak, sebelum ia memilih mengabaikan.
HURT ROAD
10
3
4
Berlanjut
Namanya Ardinata Sanjaya. Putra tunggal dari Mentari Sanjaya dengan lelaki masa lalunya. Sejak kecil, Ardinata tidak pernah dekat dengan Mama. Bagi Mentari, Ardinata selalu mengingatkannya pada sang mantan suami dan keluarganya yang telah menyakitinya sedemikian rupa.Ardinata tidak pernah mengeluh. Ia selalu patuh pada aturan yang di buat Mama. Tidak mengganggu saat Mama sedang bersiap-siap berangkat kerja, sedang bekerja, dan setelah pulang kerja karena Mama pasti lelah. “Kalau Mama memang sayang sama aku. Tunjukin itu sebagaimana mestinya, Ma. Karena aku nggak bisa membaca pikiran dan hati Mama. Aku juga nggak bisa menerka-nerka, karena aku takut kecewa.” #family #sad #angst #brothership #brokenhome #abusiveRilis bersamaan di Wattpad dan Karyakarsa
Kini seorang anak kecil berjalan pelan di depannya, masih dengan muka khas bangun tidur sambil mengucek sebelah matanya.
“Mamaaaa….”
Anak itu, Ardinata Sanjaya, yang tahun ini genap berusia 6 tahun, berjalan mendekati Mentari. Suara serak putra kecilnya sempat mengalihkan atensi wanita itu. Sejenak, sebelum ia memilih mengabaikan.
Karya ini GRATIS! Tapi kamu boleh kok kasih tip biar kreator hepi 🥰

Selanjutnya
-2- Di mata Mama, aku selalu salah
3
0
Sayangnya, dari semua pilihan kalimat penenang yang bisa di ucapkan Mentari, wanita justru memilih kalimat tanya penuh ketidakpercayaan. Nyatanya, bocah enam tahun itu juga sudah bisa merasakan kecewa. Kecewa karena ternyata Mama tidak memercayainya. Kecewa karena ternyata Mama masih meragukannya.
Apakah konten ini melanggar ketentuan yang berlaku sesuai
syarat dan persetujuan?
Laporkan
