Bab 5 - Dunia Mahasiswa

Berkas Khusus Pendukung
Bab 5 - Dunia Mahasiswa (2).docx

Cerita sangat pendek seputar Mahasiswa.

Berkisah tentang saya kuliah di kampus yang kurang terkenal  di Sidoarjo, dengan teman sekelas yang lebih banyak perempuannya.

——————————————————————————

Dunia Mahasiswa

Umsida

Saya (tahun 2012) adalah mahasiswa psikologi di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida). 

Saya tahu respon kalian mendengar kampus ini.

Pasti tidak pernah dengar, kan?

Kebanyakan orang memang tidak tahu mengenai kampus ini. Umsida memang bukan kampus terkenal seperti Unair atau ITS. Secara kualitas juga kalah jauh. 

Orang Sidoarjo sendiri saja masih sedikit yang tahu. Pernah, ada seorang ibu dengan baju khasnya (baca: daster) bertanya kepada saya, “Mas Aldy sekarang kerja ya?”

“Oh, nggak Bu. Saya kuliah.”

“Kuliah dimana? Di Unair ya? Atau di ITS?”

“Bukan dua-duanya, Bu. Saya kuliah di Umsida, hehe.” 

Suasana langsung hening. Sepertinya, Ibu tadi tidak pernah mendengar nama kampus itu. 

“Umsida?”

“Iya bu, Umsida.”

“Ada ya kampus mananya Umsida?”

“Ada Bu, Umsida itu singkatan dari Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, itu berada tepat di depan RSUD Sidoarjo.”

“OOOOOOOOHHHH!”

“Ibu tau?”

“Nggak.”

Suasana hening lagi.

“Tau sih RSUD, tapi Ibu nggak tau kalo didepannya itu ada kampus.”

“…“

Karena tidak tahu harus bilang apa lagi, akhirnya saya melipir pergi sambil berkata bahwa saya ada urusan. Padahal bohong, saya cuma ingin segera melewati saja obrolan absurd barusan.

Suasana Kelas

Saya berada di kelas kecil bersama 23 mahasiswa lainnya.

Di kelas kecil ini, kaum perempuan lebih mendominasi daripada kaum pria. 

Membuat para lelaki menjadi semacam kaum minoritas dengan jumlahnya yang hanya 5 orang. Diliat dari sisi positifnya, ada kemungkinan poligami bisa terjadi jika tiap cowok sanggup menikahi cewek dari kelas ini. Lumayan, satu cowok bisa mendapatkan 4 atau 5 cewek sebagai istri. 

Tapi, setelah saya pikir-pikir, saya sepertinya bukan pendukung poligami. 

Selain karena mahalnya pengeluaran yang akan saya keluarkan, saya juga akan bingung menjawab pertanyaan dilematis dari salah satu istri. 

Pertanyaan jebakan seperti:

“Menurut kamu, siapa istrimu yang paling cantik? Pasti aku kan sayang? Iya kan? Pasti aku kan? Jawab dong! Kok malah diem sih sayang?”

Lebih baik jomlo sekalian daripada harus menjawab pertanyaan seperti itu.

Teman Sekitar

Mengamati isi ruangan kelas lebih lanjut, saya bisa mengambil satu kesimpulan dari kaum cewek di kelas saya.

Kesimpulan itu adalah tiap cewek di kelas saya terbagi oleh dua kelompok, yakni: 

  1. K-Pop Lovers

Kelompok cewek yang mengidolakan boyband dan girlband korea. 

Saat kelas kosong, mereka mengisi waktu dengan menonton video klip dari Super Junior atau SNSD. Kadang, mereka juga melihat drama korea yang kata mereka sedih banget. Walau bagi saya, sinetron Catatan Hati Seorang Istri jauh lebih sedih daripada itu.

  1. Hijab Eksentrik

Berisi para hijabers dengan style yang cetar membahana. 

Contohnya, turban berlilitan besar di bagian atas ditambah bros bulu berwarna terang, jilbab punuk unta dengan ketinggian satu meter, atau hijab yang dibentuk ala rambut Anna dalam film Frozen.

Style mereka cukup mencolok dan selalu sukses bikin penasaran, “Sebenarnya niat mereka pake kerudung itu mau menutup diri atau mengeksiskan diri?”

Ada dua kelompok besar diantara mereka, tapi saya sama sekali tidak akrab dengan keduanya. Pernah selesai kuliah, salah satu K-Pop Lovers datang menghampiri, “Annyeong haseyo!”

“Ha???”

“Annyeong haseyo!”

“Eeeh… Sugeng enjing?”

Sebal dengan balasan saya, dia emosi, “Duh, kok malah bales pake bahasa Jawa

sih? Jawabnya pake bahasa Korea juga dong!”

“Terus jawabnya apa?”

“Jawabnya, ‘Annyeong haseyo’ juga. O lha, Aldy nggak gaul!” 

“Oke deh, oke. Amsyong haseyo.”

“Annyeong, Aldy.”

“Iya, amsyong.”

“Annyeong!”

“Iya, amsyong!”

“ASTAGA, ALDY! ANNYEONG, BUKAN AMSYONG!”

Dan dari percakapan tadi, terlihat gue + cewek + K-Pop = perang dunia ketiga.

Jurusan Psikologi

Di perkuliahan, apalagi semester awal, masih membahas sesuatu yang sangat dasar. Semester pertama ini misalnya, saya sebagai mahasiswa psikologi harus belajar mata kuliah berikut ini:

  • Psikologi Umum (penting)
  • Filsafat Manusia (penting)
  • Statistik Psikologi (penting)
  • Ilmu Alamiah Dasar (sama sekali nggak penting)
  • Ilmu Sosial Budaya Dasar (mendingan dihapus aja)
  • Bahasa Inggris (dosennya cantik dan masih muda, jadi mata kuliah ini termasuk penting)
  • Kewarganegaraan (sama sekali nggak penting)
  • Agama Islam Kemuhammadiyahan (lumayan penting)

Dari semua mata kuliah yang saya hadapi ini, bagi saya cuma Psikologi Umum, Filsafat Manusia, dan Statistik Psikologi saja yang memang saya harus pelajari. 

Soalnya, itu semua membahas tentang manusia. 

Sebagai mahasiswa jurusan psikologi, memang seharusnya mendalami hal tersebut.

Berbeda dengan Ilmu Alamiah Dasar, isinya tentang planet, matahari, bulan, dan bintang. Saya merasa ini bukanlah mata kuliah yang penting. Bukannya tata surya sudah kita pelajari di SMP dan SMA? Harusnya sudah tidak dibahas lagi di perkuliahan psikologi. 

Lagipula, buat apa coba saya belajar itu? Apakah belajar tata surya akan berguna saat saya bekerja sebagai psikolog nanti?

Misalkan, ada orang mau konsultasi dengan saya, ia bertanya, “Begini, aku punya masalah dengan kepercayaan diri, Om Aldy.”

“Tolong jangan panggil saya om, saya belum setua itu. Cukup panggil saya Kak, Kak Aldy.” balas saya, mantap.

 “Baik, Kak Aldy.” katanya, kurang begitu ikhlas. 

“Aku punya masalah, Kak. Aku ini orangnya nggak pedean. Kalo ngomong di depan banyak orang, kayak lagi presentasi di kelas, aku pasti gugup. Jantung deg-degan, ngomong belepotan, tangan gemetaran. Gimana ya biar nggak gitu lagi?”

“Ah! Itu gampang sekali anak muda! Kamu tau kenapa anda gugup? Saya akan beri tau alasannya. Anda gugup karena gaya gravitasi bumi. Betul itu! Jangan kaget dan jangan bingung, tapi itulah kenyataannya. Gaya gravitasi bumi membuat anda deg-degan, rotasi bumi menjadikan anda belepotan, dan revolusi bumi mengakibatkan tangan anda gemetaran.” jelas saya, sok serius.

Dia bengong mendengarkan penjelasan ajaib dari saya. Sepertinya, dia sadar telah mengunjungi psikolog yang salah.

 

Blog: http://www.aldypradana.com

Twitter: https://twitter.com/aldypradana17

Medium: https://medium.com/@aldypradana17

Instagram: https://www.instagram.com/aldy_pradana17/

IG Arsenio Sneakers Store: https://www.instagram.com/arsenio.store.id/

Tokopedia: https://www.tokopedia.com/arseniostoreid 

Podcast (spotify): https://open.spotify.com/show/5FmhDoeNOY1gEnpP6ARsdz?si=dj7VyLYORUuQ8dbDv-bIPQ

SoundCloud: https://soundcloud.com/aldypradana17

Youtube: https://www.youtube.com/c/AldyPradana17

Karya ini GRATIS! Tapi kamu boleh kok kasih tip biar kreator hepi 🥰

Kolom Komentar

Apakah konten ini melanggar ketentuan yang berlaku sesuai general.terms? laporkan.