Bab 3 - History of Spepy

Berkas Khusus Pendukung
Bab 3 - The History of Spepy.docx

Cerita ini aslinya tidak masuk ke buku, karena tema adaptasinya sedikit. Saya masukin lagi, agar urut secara timeline.

Cerita tentang saya dan teman SMP- SMA saya, ingin membuat klub futsal. Kami ingin membuat nama klub yang bagus, dan desain jersey yang keren, tapi saat diskusi, yang keluar malah ide random yang tidak ada keren-kerennya sama sekali. 


———————————————————————————————————

“Deal nih namanya spepy?”

Aku DEAL!"

Aku juga DEAL!"

Wan, setuju nggak?"

"Oke deh, tapi nanti di jersey ditulis tetep oneSeven ya."

"Iya ya Wan. Jadi, namanya deal spepy, tapi di jersey ditulisnya oneSeven. Deal?"

"DEAL!" 

***

Mulai malam itu, terbentuklah sebuah tim futsal dengan nama spepy. Spepy itu singkatan dari spensa smupy, spensa itu SMP Negeri 1 Surakarta, sedangkan smupy itu SMA Negeri 7 Surakarta. Yang awalnya cuma sekadar iseng futsal bareng, malah menjadi tim futsal beneran.
 

Flashback sedikit, ide awal tim futsal ini bermula dari teman SMA saya, Ray.

Dia mengajak untuk membuat jersey futsal. Ide tersebut dioper ke teman yang lain, ada yang manggut-manggut setuju, ada yang mau asalkan harganya jangan terlalu mahal, ada yang siap berani bayar mahal, asalkan jersey nya bagus. 

Intinya, kami semua setuju.

Karena semuanya setuju, maka pertanyaan pertama yang keluar adalah ...

"Nama timnya apa?"

Semua berpikir sangat serius. Lebih serius daripada saat ulangan harian. Teman SMP saya, Resa, memberi saran, Victory. Sesuai namanya, agar timnya selalu menang saat pertandingan. 

Beberapa setuju, tapi ada yang nyeletuk, namanya kurang mantep. Yah, kalo mau yang mantep, mendingan namanya Victoria's Secret aja sekalian, dijamin mantep untuk mengecoh tim lawan saat bertanding. 

Arko, membuka google translate, asal ketik, lalu translate ke bahasa lain.

Lalu, dia bilang,

"Ini ada uncept, gimana?"

"Itu singkatan dari Universitas Setia Budi?" celetuk saya.

"Bukan! Singkatannya Universitas Setia Budi itu USB." dijawab serempak sama yang lain.

"Uncept? Lha kok mirip UNICEF?"

"Daripada UNICEF, kenapa nggak MASTERCHEF aja sekalian?"

"Tanggung, mending Sexy Chef, ada gambar Farah Quinnnya!”

"HAHAHAHA." 

Tawa dengan muka mesum langsung menggelegar saat itu juga.

***

Baru masalah nama, bikin pada heboh luar biasa. Padahal, masih harus memikirkan hal lain, seperti desain kaos, logo tim, dan warna kaos. Saat ditanya 3 hal tadi, teman-teman saya memberi ide mirip dengan klub favorit masing-masing. 

Misalkan, ada yang suka sama MU, maka dia memberi ide hampir serupa dengan MU. Dari warna jersey merah dan logo klub seperti setan. Yang lainnya pun sama saja. Memberikan ide yang terlalu mirip dengan klub yang sudah ada. 

Saya berpikir, kalau begini terus, kaus bolanya tidak akan selesai. Kami diskusi kalau desain jersey tidak boleh mirip sama klub-klub terkenal. Semuanya harus baru, harus fresh from the oven.

Esoknya, tepat sesudah futsal, kami planning lagi soal jersey. Percakapan absurd pun kembali keluar di kesempatan ini.

"Gimana bajunya? Jadi bikin nggak?"

"Jadilah, masa nggak jadi."

"Ya udah, ada ide buat nama tim, mungkin? Atau desain kaos sama logonya?"

Suasana langsung hening. Lalu, ada yang ngomong, 

"Gimana kalo logonya pake mawar aja?"

"Ha? Kita mau maen futsal, bukan dagang bunga!“

"Jangan bunga, gimana kalo gambar hati kepanah? Terus ada kawat-kawat berduri muterin bunganya, keren banget tuh."

Sebelum terlalu absurd, Resa memotong pembicaraan.

"Eh, Dy, gimana kalo namanya spepy? Itu gabungan dari spensa sama smupy. Disingkat jadi spepy, pas kan?"

"Hmmmm.... Boleh juga namanya. Agak mirip sama motor Scoopy, tapi lumayan kok." jawab saya sekenanya.

"Ogah ah, masak nama kayak nama banci gitu? Aneh!" Wawan tiba-tiba menolak.

Padahal, setelah dilempar ke teman yang lain, lainnya pada setuju dengan nama itu.

Katakanlah, jumlah orang 19 orang di tim ini, semuanya setuju, tapi ada satu yang tidak setuju. Dan si Wawan ini juga cukup ngotot, dia beneran nggak mau memakai nama 'spepy' di jersey nya nanti. Akibatnya, bikin proses pembuatan jersey jadi tambah molor.

Kami pasti ingin permasalahan ini selesai, tapi tentunya tidak ingin merayu atau menyogok Wawan. Bayar lapangan futsal + parkir saja sudah terlalu mahal, dompet semakin tipis jika harus mengeluarkan uang lagi.

Kami kembali diskusi lagi. 

Kami, di rumah saya, berkumpul bersama mendiskusikan nama klub futsal sampai tengah malam. Padahal, saat belajar kelompok tidak pernah sesemangat ini.

Setelah perdebatan panjang, keluarlah nama OneSeven. Satu dan tujuh. Tapi, panggilan kita tetap “Spepy”. Karena memang namanya gabungan dari murid spensa dan smupy. 

***

Nama tim sudah deal. 

Logo dan desain tim juga sudah deal.

Saya bersama Arko menggunakan ATM: Amati -  Tiru - Modifikasi. 

Walaupun lebih banyak bagian amatinya, modifikasi hanya seperlunya saja.

Logonya mirip shuriken Naruto. Sangat menggambarkan hobi kami semua, yaitu menonton Naruto di Global TV. 

Desain jersey diambil salah satu tim Euro 2012, tentunya diplesetkan sedikit agar tidak sepenuhnya mirip.

Ini desain hasil dari paint (iya, Paint. Bukan Photoshop. Kami memang secupu itu): 

Sekarang semuanya sudah selesai. Terakhir, tinggal nama dan nomor pemainnya. Itu mah urusan gampang.

Saya cukup ALDY dengan nomor 17. Wajar, tidak neko-neko. Ada yang aneh seperti  YUDA, nomor 69. Ini adalah contoh orang yang punya obsesi jadi sutradara film bokep. Orang ini pula, yang memberi usul, Sexy Chef. Semoga teman saya segera taubat, ya.

Kemudian, ada yang minta namanya ditulis dengan huruf yang besar-kecil: h A n S. 

Sudah jelas, pasti nama Facebooknya: h A n S CoooL BEuddz.

Karena kami tidak ingin ada jiwa alay di tim ini, nama itu kita tolak mentah-mentah. 

***

2 bulan berlalu, jersey timnya pun jadi.

Walaupun ada kesalahan sedikit di desainnya, tapi kita semua tetap puas dengan hasilnya. 

Kami juga sudah melakukan beberapa kali tantangan dengan tim lain. Kadang, menang dengan susah payah, kadang kalah telak sampe 15-2. Sungguh membuktikan bahwa tim futsal ini suram masa depannya.

Saya sendiri memang bukan anak olahraga banget. Justru lebih mudah beradaptasi menyatukan ide mereka saat membuat jersey, dibanding harus berlari-lari satu jam mencari bola untuk mencetak gol. 

Lalu kenapa saya masih bertahan di klub futsal ini?

Tentunya saya bahagia bisa bermain futsal bersama mereka. Menang juga terasa menyenangkan. Tapi, ada yang lebih istimewa daripada itu, yaitu ketika kami berkumpul, dan saling melempar argumen, berdiskusi mencari satu titik yang sama.  Justru itu yang membuat saya betah. 

Jumlah kami termasuk banyak. Karakter kami sangat berbeda-beda. Tiap orang punya pendapat dan ingin opininya terwujud. Untungnya, meskipun ada saling meledek, kami mau bersabar untuk duduk bersama, sampai suara kami berpadu.

Karena saat kami sudah berada di jalan yang sama, tanpa terasa ikatan pertemanan kami semakin menguat. Dan menurut saya, itu adalah hal yang luar biasa.

 

Blog: http://www.aldypradana.com

Twitter: https://twitter.com/aldypradana17

Medium: https://medium.com/@aldypradana17

Instagram: https://www.instagram.com/aldy_pradana17/

IG Arsenio Sneakers Store: https://www.instagram.com/arsenio.store.id/

Tokopedia: https://www.tokopedia.com/arseniostoreid 

Podcast (spotify): https://open.spotify.com/show/5FmhDoeNOY1gEnpP6ARsdz?si=dj7VyLYORUuQ8dbDv-bIPQ

SoundCloud: https://soundcloud.com/aldypradana17

Youtube: https://www.youtube.com/c/AldyPradana17

Karya ini GRATIS! Tapi kamu boleh kok kasih tip biar kreator hepi 🥰

Kolom Komentar

Apakah konten ini melanggar ketentuan yang berlaku sesuai termin Karyakarsa? harap laporkan.