Akibat Gagal Move On

Menurut saya, orang yang susah move on akan mendapat ganjarannya. Hukuman siap menanti bagi mereka yang tidak mau mencari hati yang baru. 

Saya berpendapat begini, setelah mendengar kejadian sial yang dialami teman saya, Adit. 

Semua bermula ketika Adit menyukai seorang cewek bernama Tya, temannya waktu SMP. Saya dan Adit adalah teman sekelas, sedangkan Tya berada di kelas yang berbeda dengan kami. 

Sebenarnya, Tya biasa saja bagi saya. Badannya sedikit gendut, berambut pendek, dan sedikit bergaya tomboy. Namun, Adit sepertinya suka banget sama Tya. Mungkin, Adit menganggap Tya seperti Pevita Pearce, tapi versi belum akil baligh.

Seperti cowok jatuh cinta pada umumnya, cowok yang suka sama cewek, pasti ingin mengetahui segala hal tentang cewek idolanya. Adit juga begitu. 

Adit cerita kalau dia pernah mati-matian untuk mengetahui seluk-beluk tentang Tya. Dari hal kecil berupa nama lengkap, sampai ke hal yang agak pribadi, seperti foto-fotonya Tya. 

Untuk mendapatkan fotonya, Adit usaha lebih. 

Akun FB Tya dikunci. 

Padahal, Adit belum menjadi teman FB-nya. Adit pernah mengirim friend request. Sampai sekarang, tidak pernah di-confirm oleh Tya. Mungkin, Tya sudah punya firasat kurang bagus melihat akun Adit.

Teman saya minta tolong ke orang yang sudah berteman dengan Tya di FB. Ia log in pakai akun FB temannya itu, lalu dia download hampir semua foto yang ada di FB-nya Tya. Foto tersimpan di flashdisk di folder khusus. Adit pun merasa bahagia sekali. 

Semua foto yang ia culik itu, langsung digunakan semaksimal mungkin. 

Ada foto yang menjadi wallpaper di HP. Ada yang menjadi screen saver di laptopnya. Tentunya, dengan tulisan “Adit love Tya” bergerak dari kiri ke kanan pada layar laptop. Paling ekstrim, Adit mencetak salah satu foto Tya dengan ukuran foto 4x6. Ia simpan foto kesayangan itu di dompetnya. Adit resmi menjadi fans dari Tya.

Anehnya, ia malah tidak mau melanjutkan usahanya ke tingkat yang lebih tinggi, yaitu PDKT. 

Adit tidak mendekati Tya. Dia merasa sudah cukup dengan kondisi yang seperti ini, melihat Tya dari kejauhan atau dalam bahasa yang lebih populer, Adit lebih suka menjadi pengagum rahasia.

***

Sampai Adit kuliah, dia masih menyimpan foto Tya di dompetnya.

Itu berarti, Adit sudah menyimpan foto tersebut lebih dari 4 tahun.

Dia tidak berani melakukan apa-apa dengan foto tersebut. Tidak berani membuang, apalagi membakar foto itu. Ia tetap menaruh foto Tya di dompetnya.

Saat sedang mampir ke rumah saya, Adit pernah bilang, “Dapetinnya susah, Dy. Terus aku ra iso buang foto orang ke tempat sampah.”

“Tapi itu koyo orang susah move on.” kata saya, mengingatkan. “Buang aja. Wes ra tau ketemu iki.

Iyo, sih, tapi tetep angel. Merobek-robek foto cewek iku angel, Dy...” seru Adit.

“Masalahnya, kowe mung ngene-ngene iki tok. Tidak berani melakukan apa-apa. PDKT ora, SMS ora. Mending buang, terus cari cewek yang beneran bisa diseriusin.” ujar saya.

Adit terdiam. 

Sepertinya, Adit belum bisa melupakan Tya. 

Ia belum bisa move on sepenuhnya.

Adit mungkin sudah ada niat untuk mencari cewek baru, tapi perempuan bernama Tya masih ada di pikirannya. Beginilah, penyakit orang yang belum bisa move on.

Beberapa hari kemudian, hukuman itu akhirnya datang. 

Hukuman untuk orang yang gagal move on seperti Adit. Suatu ganjaran yang membuat Adit segera mencari cewek baru dan mulai melupakan Tya.

Adit menceritakan peristiwa besar ini, tepat sehari setelah kejadian tersebut.

Insiden ini terjadi di kampusnya.

Adit ingin memasuki kelas. Situasi hatinya sedang bahagia, tanpa pikiran negatif di kepala. Pintu masuk terlewati, ia berjalan mencari tempat duduk. Saat sedang berjalan untuk mencari tempat duduk, tiba-tiba dompetnya terjatuh. 

Dompetnya terjatuh bisa jadi karena kantong celananya bolong, bisa pula karena dompetnya terlalu gendut dengan recehan, sehingga tidak seutuhnya masuk ke kantong. 

Salah satu temannya melihat hal itu, dan berniat untuk membantu. Ia mengambil mengambil dompet tersebut. Sebelum mengembalikan dompetnya, ia iseng membuka dompet. Ketika membukanya, dia terkejut melihat salah satu isinya. Terpampang jelas selembar foto perempuan berukuran 4x6 di dompetnya Adit. 

Orang ini langsung teriak, “Iki foto sopo, Dit? Pacarmu? HAHAHAHA.”

Ia memperlihat foto tersebut ke teman sebelahnya, “Heh, pacar e Adit, HAHAHAHA.”

Adit kaget.

Jelas dia kaget,

Foto yang seharusnya tidak boleh dilihat oleh siapapun, sekarang tersebar ke semua orang.

Ia menjadi panik, setelah dompetnya dilempar dari temen satu ke teman lainnya, untuk melihat foto “ceweknya” Adit. Teriakan ‘CIE Adit’ menggelegar ke seluruh ruangan kelas, ditambah dengan gelak tawa yang membahana dari teman kampusnya.

Adit pun mendapatkan hukuman yang setimpal dari kegagalan move-onnya.

***

Bulan demi bulan berlalu, Adit mampir lagi ke rumah saya.

Di teras rumah, kami mengobrol dengan teh hangat yang menemani.

Kami mengobrol dengan santai, sampai Adit merogoh kantong celana dan mengambil dompetnya. 

“Eh, Dy.” ia membuka dompetnya, hendak memamerkan sesuatu di dompetnya.

Oh no. Apakah ini foto Tya lagi?

Apakah ganjaran kemarin belum ampuh untuk menamparnya?

Apakah anda butuh hukuman yang lebih berat lagi, wahai temanku?

“Temen sekelasku, Dy, jenenge Diah.” ucapnya, sambil memperlihatkan foto di dompet. 

Wah, ternyata dia sudah berhasil move on.

Untunglah, otak dan hatinya berjalan dengan baik kali ini.

“Cie, suwe ra tau ketemu. Langsung punya gebetan baru.” kata saya, takjub.

“Lagi deket lewat SMS tok, Dy.” lanjut Adit, menutup dompetnya.

Sambil memasukkan dompetnya ke kantong, ia membuka cerita tentang Diah. Ia berkisah tentang sosok perempuan ini, menggambarkan ciri fisiknya seperti. Adit terus memberi saya informasi, sampai saya mengenal dekat dengan wanita bernama Diah ini.

Sesudah ceritanya selesai, Adit meminta saya untuk menemaninya. Katanya, ia ingin membelikan boneka untuk Diah. Saya juga mau-mau saja, yah, kapan lagi dapat imbalan berupa es krim gratis.

Melihat Adit yang sudah menemukan hati yang baru, saya tahu Adit resmi move on dari Tya. Adit sudah melepaskannya. Yang bikin lucu adalah dia mau meninggalkan Tya sejak tertimpa hukuman dompet jatuh di kelas. Bahkan, alam semesta ingin Adit segera move on dan mulai mencari hati yang baru.

“Ayo, Dy.” potong Adit, membuyarkan pikiran saya. “Kira-kira boneka opo sing tepat?

Saya menjawab seadanya, “Boneka Jigsaw oke, Dit. Pasti takkan terlupakan.”

“Iyo bener, takkan terlupakan. Karena membuat trauma, Dy.” jawabnya kesal, lalu menyalakan motor.

Motor menyala, kami pun mengendarai motor tua Adit.

Dan pada sore itu, kami melaju untuk mencari boneka yang tepat untuk Diah.

 

 

Blog: http://www.aldypradana.com

Twitter: https://twitter.com/aldypradana17

Medium: https://medium.com/@aldypradana17

Instagram: https://www.instagram.com/aldy_pradana17/

IG Arsenio Sneakers Store: https://www.instagram.com/arsenio.store.id/

Tokopedia: https://www.tokopedia.com/arseniostoreid 

Podcast (spotify): https://open.spotify.com/show/5FmhDoeNOY1gEnpP6ARsdz?si=dj7VyLYORUuQ8dbDv-bIPQ

SoundCloud: https://soundcloud.com/aldypradana17

Youtube: https://www.youtube.com/c/AldyPradana17

Karya ini GRATIS! Tapi kamu boleh kok kasih tip biar kreator hepi 🥰

Kolom Komentar

Apakah konten ini melanggar ketentuan yang berlaku sesuai termin Karyakarsa? harap laporkan.